
CTRA Dividen 2025: Rp667,3 Miliar, Yield 6,4% di Tengah Dinamika Pasar Properti
Di tengah volatilitas pasar properti dan tekanan IHSG, Ciputra Development Tbk (CTRA) menegaskan komitmennya membagi laba kepada pemegang saham melalui dividen tunai untuk tahun buku 2025. Nilainya Rp667,3 miliar atau Rp36 per saham, dengan payout sekitar 25 persen dari laba bersih 2025. Analisa ini disusun oleh Cetro Trading Insight sebagai bagian dari laporan pasar properti terkini.
Keputusan RUPST dilaksanakan pada 26 Juni 2026 dan disetujui pembagian dividen sekitar 25 persen dari laba bersih 2025. Sebagian laba sebesar Rp1 miliar dialokasikan untuk cadangan, sedangkan sisanya Rp1,99 triliun dicatat sebagai laba ditahan untuk pengembangan perseroan. Dividen ini menjadi indikator kebijakan keuangan Ciputra yang menjaga arus kas pemegang saham di tengah dinamika proyek dan pasar.
Pada 2025 Ciputra berhasil meningkatkan laba bersih menjadi Rp2,66 triliun, naik 25 persen dibanding 2024. Pendapatan perusahaan mencapai Rp12,62 triliun, naik 13 persen dari Rp11,19 triliun pada tahun sebelumnya. Margin laba juga naik dari 19 persen menjadi 21 persen, mendukung volatilitas kinerja dan memberi dasar bagi pembayaran dividen yang lebih tinggi.
Harga saham CTRA berada di sekitar Rp560 per saham, mencerminkan penurunan lebih dari 32 persen sejak awal tahun. Penurunan harga ini sejalan dengan tekanan IHSG dan perlambatan sektor properti yang berdampak pada minat investor. Meski demikian, dividen Rp36 per saham menghasilkan dividend yield sekitar 6,4 persen, menambah daya tarik bagi investor jangka menengah.
Dividen kali ini meningkat sekitar 33 persen dibanding pembagian tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan modal kerja perusahaan untuk mengoptimalkan laba. Secara operasional Ciputra mencatat pendapatan 2025 lebih baik dan margin yang lebih kuat meski ada tekanan pada periode transisi. Laba bersih 2025 Rp2,66 triliun berkontribusi pada fundamental perusahaan dan memberikan landasan bagi prospek dividen di masa depan.
Presales (penjualan belum direalisasi) mencapai Rp2,4 triliun pada 2025 kuartal I, setara 26 persen dari target, meski turun 23 persen dibanding kuartal I-2025. Peluncuran cluster Cedarwood di Citra Garden City Jakarta dan cluster Hortis tahap II di Citra Garden Serpong menjadi katalis utama presales tersebut. Kontribusi kedua cluster ini mencapai Rp634 miliar dalam presales, mendongkrak potensi pasar Ciputra meski lanskap real estate masih penuh tantangan.
Di kuartal I-2026, pendapatan Ciputra turun 6,3 persen menjadi Rp2,73 triliun, sementara laba bersih turun 21 persen menjadi Rp518 miliar. Margin turun dari 24 persen menjadi 21 persen mencerminkan tekanan biaya dan volatilitas pasar properti selama periode itu. Meskipun demikian, kinerja kuartal tersebut tetap konsisten dengan tren sektor properti secara keseluruhan.
Jadwal pembagian dividen untuk publik akan dimulai dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli 2026, diikuti ex dividen pada 7 Juli 2026. Cum dividen di pasar tunai direncanakan 8 Juli 2026, ex dividen 9 Juli 2026, dan pembayaran dividen dijadwalkan 24 Juli 2026. Investor dapat memanfaatkan kalender dividen ini untuk perencanaan portofolio, meski volatilitas pasar properti masih tinggi.
Perkembangan 2026 tetap menantang, tetapi Ciputra terus melanjutkan program pengembangan melalui peluncuran cluster baru. Cluster Cedarwood di Citra Garden City dan Hortis II di Citra Garden Serpong diharapkan meningkatkan presales serta menarik pemesanan lebih lanjut. Analisa ini menilai potensi pemulihan bertahap di sektor properti Indonesia dan dampaknya terhadap valuasi saham Ciputra melalui bidikan jangka menengah.