CUAN Buyback Berlanjut: 19,7 Juta Saham Treasuri Terkunci hingga Juni 2026

CUAN Buyback Berlanjut: 19,7 Juta Saham Treasuri Terkunci hingga Juni 2026

trading sekarang

CUAN, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, kembali menarik perhatian pasar setelah terungkap bahwa 19.700.600 saham treasuri belum dialihkan hingga 30 Juni 2026. Aksi buyback dua periode yang telah berjalan menunjukkan kehati-hatian manajemen dalam menilai valuasi dan risiko pasar. Dalam laporan ini, Cetro Trading Insight menilai arti langkah ini bagi investor awam dan arah kebijakan perusahaan di tengah volatilitas harga saham.

Buyback pertama dilakukan pada 24 Juni 2025 sebanyak 418.400 saham, setara 4.184.000 saham setelah stock split pada 11 Juli 2025. Transaksi ini berlangsung pada harga rata-rata Rp4.780,29 per saham dengan total nilai sekitar Rp2 miliar. Aksi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyehatkan struktur kepemilikan dan menambah fleksibilitas modal.

Buyback kedua terjadi pada 3 Mei 2026, dengan 15.516.600 saham dibeli kembali pada harga rata-rata Rp1.553,83 per saham. Nilai transaksi sekitar Rp24,11 miliar. Secara kumulatif, hingga 30 Juni 2026, CUAN menyisakan 19.700.600 saham treasuri yang belum dialihkan, menandai akumulasi dari kedua periode buyback tersebut.

Sebelumnya CUAN mengalokasikan dana maksimal Rp750 miliar untuk buyback antara 4 Februari hingga 3 Mei 2026. Kebijakan ini mengacu pada POJK Nomor 13/2023 juncto Surat OJK Nomor S-102/2025, yang memberi ruang bagi emiten melakukan buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Dalam pelaksanaan, CUAN menunjuk PT BNI Sekuritas sebagai perusahaan efek yang melakukan pembelian kembali melalui Bursa Efek Indonesia BEI.

Aksi buyback yang berlanjut cenderung memberi dukungan pada valuasi saham dan menstabilkan persepsi investor, terutama saat harga cenderung volatil. Meskipun jumlah treasury shares masih besar, langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan terhadap tata kelola dan rencana jangka panjang perusahaan. Namun investor perlu menimbang bahwa manfaatnya tergantung pada bagaimana sisa treasuri dikelola dan bagaimana pasar menilai portofolio aset CUAN.

Aspek regulasi menjadi pilar utama dalam konteks ini. POJK Nomor 13/2023 juncto Surat OJK Nomor S-102/2025 memberi lampu hijau bagi emiten untuk buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi. Ketentuan ini menegaskan bahwa perusahaan perlu menjaga kepatuhan dan transparansi kepada pemegang saham. Selain itu, pelaksanaan melalui BEI dan penunjukan PT BNI Sekuritas menambah standar operasional dan rekam jejak eksekusi.

Secara struktural, kepemilikan treasuri dapat mempengaruhi free float dan likuiditas. Meski tidak mengubah kewajiban pemegang saham secara langsung, aksi tersebut bisa mempengaruhi pergerakan harga jangka pendek jika direalisasikan secara bertahap. Investor disarankan memantau rencana pengalihan sisa treasuri dan potensi buyback lanjutan untuk menilai dampaknya terhadap likuiditas serta risiko sinyal pasar.

Potensi Dampak bagi Investor dan Prospek ke Depan

Bagi investor, buyback sering dipandang sebagai sinyal keyakinan manajemen terhadap valuasi perusahaan. Keberadaan treasury shares memberikan ruang bagi CUAN untuk menyesuaikan struktur modal tanpa mengeluarkan dana tambahan secara signifikan. Dalam konteks ini, Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau bagaimana sisa treasuri dialihkan atau diutilisasi di masa mendatang.

Namun prospek saham tetap bergantung pada kinerja fundamental dan dinamika pasar secara luas. Meskipun buyback bisa menahan tekanan harga, kekuatan pendanaan, arus kas, dan pertumbuhan laba CUAN menjadi faktor penentu jangka panjang. Investor disarankan menilai kualitas laba, likuiditas, serta progres implementasi kebijakan terkait buyback di kuartal-kuartal berikutnya.

Saran praktis bagi investor pemula adalah menjaga ekspektasi realistis dan menimbang beberapa skenario. Jika sisa treasuri dialihkan secara bertahap, potensi dampak terhadap harga bisa lebih terkelola. Tetap pantau pengumuman perusahaan mengenai alokasi sisa treasuri serta pembaruan kebijakan buyback yang mungkin diperlukan di masa depan.

banner footer