Danamon Tbk Cetak Laba Bersih Rp3,97 Triliun di 2025 dengan Kredit Tumbuh 9% dan NPL Turun

Danamon Tbk Cetak Laba Bersih Rp3,97 Triliun di 2025 dengan Kredit Tumbuh 9% dan NPL Turun

Signal B/DMNBUY
Open4200
TP7200
SL3500
trading sekarang

Di tengah dinamika perbankan Indonesia, Danamon membukukan laba bersih Rp3,97 triliun untuk 2025—lonjakan yang menunjukkan kekuatan operasional bank di pasar yang kompetitif. Angka ini naik 14% dibanding laporan 2024 yang direstated menjadi Rp3,48 triliun. Dampaknya juga tercermin pada bagaimana manajemen menjalankan strategi pasca merger Mandala Multifinance dan Adira Dinamika Multifinance yang efektif per 1 Oktober 2025.

Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance tercatat Rp212,7 triliun, tumbuh 9% secara tahunan. Pertumbuhan kredit didorong oleh seluruh lini bisnis, termasuk enterprise banking, SME banking, consumer banking, serta Adira Finance. Selain itu, dinamika pasar dan sinergi pascakepal merger turut memperkuat profil pembiayaan yang lebih luas.

Dana Pihak Ketiga (DPK) menanjak 16% menjadi Rp176,9 triliun, dengan CASA naik 18% menjadi Rp75,2 triliun. Peningkatan likuiditas ini memperkuat kemampuan bank menyalurkan pembiayaan sambil menjaga profil risiko tetap terkendali. Ini mendukung posisi bank untuk ekspansi kredit di segmen yang menjanjikan.

Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) membaik 230 basis poin menjadi 8,3%. Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun 20 basis poin menjadi 1,7%, menunjukkan perbaikan kualitas pinjaman sejalan dengan manajemen risiko yang lebih ketat. Langkah monitoring kredit dan evaluasi portofolio secara konsisten mendukung tren positif.

Adapun rasio cakupan NPL mencapai 280,7% dan cakupan LAR meningkat 560 basis poin menjadi 54,9%, menggambarkan perlindungan cadangan yang lebih memadai terhadap potensi kerugian. Hal ini merefleksikan disiplin provisioning dan evaluasi kredit yang lebih tajam. Kualitas data pembiayaan juga menunjukkan kemampuan bank menjaga kualitas aset meskipun portofolio berkembang.

Likuiditas dan permodalan tetap kukuh, dengan LCR sebesar 158,9% dan NSFR 117,9%. Rasio kecukupan modal (KPMM) konsolidasian berada di 25,4%, menunjukkan bank memiliki buffer kuat untuk ekspansi dan penyangga terhadap guncangan pasar. Variabel ini menunjang rencana pembiayaan inklusif dan penempatan dana jangka panjang.

Kinerja positif 2025 didukung oleh integrasi dua anak usaha pembiayaan yang efektif dan dinamika biaya yang lebih terkendali. Integrasi Mandala Multifinance dan Adira Dinamika Multifinance meningkatkan aggregasi portofolio pembiayaan dan memperluas jalur pendapatan tanpa mengorbankan kualitas aset. Keberhasilan ini memperkuat posisi Danamon sebagai pemain perbankan yang mudah beradaptasi terhadap perubahan struktur pasar.

Theresia selaku kepala keuangan menekankan bahwa PPOP mencapai Rp9,6 triliun, sejalan dengan perbaikan pendapatan dan efisiensi biaya yang berkelanjutan. Perbaikan cost of credit sebesar 10% year-on-year juga berkontribusi pada margin operasional yang lebih sehat di tengah tekanan biaya lain-lain. Upaya efisiensi tambahan melalui digitalisasi proses diharapkan menjaga pertumbuhan laba di masa mendatang.

Untuk investor, kinerja likuiditas yang kuat dan profil risiko yang lebih terkendali menambah daya tarik saham Danamon (BDMN). Catatan: dalam analisis ini kami di Cetro Trading Insight menilai prospek saham bank ini positif bagi investor jangka menengah hingga panjang, dengan catatan bahwa dinamika suku bunga dan kualitas portofolio dapat mempengaruhi pergerakan harga. Dengan kombinasinya, kami merekomendasikan tinjauan berkala terhadap posisi portofolio dan update regulasi yang berdampak pada biaya pinjaman.

broker terbaik indonesia