
Sanjay Raja, Kepala Ekonom UK Deutsche Bank, menilai data tenaga kerja Inggris menunjukkan kombinasi indikator pekerjaan yang lebih kuat dengan dinamika upah yang melunak, menandakan pemulihan pasar tenaga kerja belum sepenuhnya tuntas.
Unemployment rate turun ke 4,9 persen, sebuah indikator positif meski ada revisi besar pada data pekerjaan bulan sebelumnya. Data upah juga menunjukkan dinamika yang tidak seragam, menambah kompleksitas bagi proyeksi kebijakan.
Raja menekankan bahwa meskipun ada kemajuan, tren tenaga kerja kemungkinan melambat dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyoroti bahwa konteks global serta perkembangan geopolitik berperan penting dalam arah kebijakan MPC.
Data yang beragam memberi ruang bagi MPC untuk menunda kenaikan suku bunga, karena tekanan inflasi dan tenaga kerja tidak menampilkan jalur yang jelas.
Para analis menilai bahwa bank sentral lebih cenderung menunggu evolusi ekonomi dan dinamika geopolitik sebelum mengambil langkah kebijakan signifikan, guna menjaga stabilitas jangka pendek.
Raja menekankan fokus pada bagaimana penyelesaian konflik energi dapat mempengaruhi kebijakan, dengan tujuan menyeimbangkan stabilitas harga dan pertumbuhan.
Optimisme terkait stabilitas global meningkat seiring kemajuan diplomasi terkait konflik energi, meski risiko geopolitik tetap adanya.
Perkembangan perjanjian MoU dapat secara marginal mendukung perbaikan tren pekerjaan jika prosesnya berlanjut tanpa gangguan yang signifikan.
Secara keseluruhan, data ini memberi sinyal bagi investor GBPUSD untuk memantau kebijakan BoE seiring perubahan energi dan tenaga kerja dalam beberapa bulan ke depan.