Friderica Widyasari Dewi, calon Dewan Komisioner OJK, memaparkan delapan kebijakan prioritas yang ia anggap sebagai arsitektur strategis bagi masa depan sektor jasa keuangan. Strategi ini disampaikan dalam uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI, menandai momentum penting bagi kerangka regulasi nasional. Penekanan pada stabilitas menjadi kunci agar sektor jasa keuangan tetap menjadi pilar perekonomian nasional. Menurutnya, kebijakan ini dirancang agar industri keuangan tidak hanya stabil, tetapi juga kredibel dan inklusif, serta mampu mendorong emas harga yang lebih wajar melalui kepercayaan publik. Array kebijakan ini dirancang sebagai paket terintegrasi yang memerlukan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dia menegaskan bahwa menjaga stabilitas sistem keuangan adalah jangkar utama kebijakan OJK. Di samping itu, ia menekankan pentingnya memulihkan kepercayaan publik, mendorong sektor jasa keuangan yang kontributif bagi pembangunan ekonomi nasional, memperkuat pengawasan terintegrasi, mempercepat pendalaman pasar, melindungi konsumen dan masyarakat, serta memperkuat kelembagaan dan internal OJK. Array kebijakan ini menekankan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk eksekusi yang efektif.
Menurutnya, untuk mencapai itu seluruh kebijakan memerlukan sinergi kuat dengan kementerian, DPR, serta kerja sama internasional. Stabilitas yang terjaga dapat mendorong emas harga yang lebih stabil melalui kepercayaan publik dan pelaku pasar. Menurut analisis Cetro Trading Insight, kepemimpinan OJK yang kredibel dan inklusif akan mendukung Indonesia Emas 2045.
Kebijakan ini memerlukan sinergi yang kuat dengan kementerian, lembaga terkait, DPR, serta mitra internasional agar implementasin berjalan efektif dan terkelola dengan baik. OJK tidak bisa bertindak sendiri, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektoral untuk menguatkan stabilitas sistem keuangan. Pembangunan infrastruktur regulasi dan pelatihan sumber daya manusia menjadi bagian inti dari rencana jangka menengah.
Implementasi juga menekankan perlindungan konsumen, pendalaman pasar, dan integrasi pengawasan yang lebih kuat. Upaya pendalaman pasar diharapkan membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM maupun investor ritel, sehingga pasar keuangan menjadi lebih inklusif. Dalam kerangka kerja sama, diperlukan kesepahaman internasional untuk menjaga kompatibilitas standar dan praktik terbaik secara global.
Kesimpulannya, implementasi delapan kebijakan membutuhkan Array implementasi yang terorganisir, mulai dari tata kelola internal OJK hingga mekanisme pengawasan lintas negara. Selain itu, upaya menjaga emas harga tetap seimbang membutuhkan sinergi regulasi, reformasi pasar, dan komunikasi publik yang konsisten. Menurut Cetro Trading Insight, kunci keberhasilan adalah eksekusi yang transparan dan akuntabel, sehingga investor dan masyarakat merasa aman.