Menurut laporan Deutsche Bank yang disusun oleh Henry Allen dan Jim Reid, harga Brent Mentah mengalami kenaikan signifikan pada Januari 2026. Allen adalah Strategis Makro dan Reid adalah Kepala Global Makro dan Riset Tematik. Laporan ini menilai dinamika geopolitik sebagai pengaruh utama terhadap pergerakan harga komoditas energi. Dengan demikian, pembacaan pasar perlu melihat sisi risiko lebih luas daripada faktor teknis semata.
Lonjakan harga Brent pada bulan tersebut didorong terutama oleh meningkatnya risiko geopolitik terkait Iran dan Venezuela. Para analis menilai bahwa ketegangan di wilayah Timur Tengah dan wilayah penghasil minyak lain telah memperkuat ekspektasi pasokan yang terbatas. Dalam konteks ini, kenaikan harga mencerminkan bias investor terhadap ketidakpastian regional. Laporan ini juga menekankan bahwa lonjakan ini merupakan yang terbesar untuk Brent sejak Januari 2022.
Gejolak politik semakin memperjelas reaksi harga minyak, dengan Brent menutup Januari di atas $70 per barel. Spekulasi mengenai kemungkinan tindakan AS terhadap Iran dan pernyataan terbaru dari presiden AS memperkuat ketidakpastian di pasar. Kondisi ini menandai periode volatilitas yang lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya dan menuntut penyesuaian strategi bagi para pelaku pasar energi.
Bersamaan dengan lonjakan minyak, indeks dolar AS turun sekitar 1,4% sepanjang Januari, memberikan dukungan tambahan bagi pelaku pasar minyak. Penurunan dolar ini juga menambah tekanan pada harga komoditas saat investor menimbang faktor risiko geopolitik. Di sisi lain, volatilitas yang meningkat menuntut peninjauan ulang proyeksi perdagangan energi bagi para pelaku industri.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana dinamika geopolitik berinteraksi dengan faktor teknikal, sehingga pergerakan harga minyak menjadi lebih responsif terhadap berita regional. Laporan Deutsche Bank menegaskan bahwa risiko geopolitik tetap menjadi faktor utama penentu arah harga minyak dalam beberapa bulan mendatang. Para pemangku kepentingan perlu memantau perkembangan Iran, Venezuela, dan kebijakan AS secara cermat untuk menilai peluang dan risiko jangka menengah.
Menurut Cetro Trading Insight, volatilitas pasar minyak kemungkinan berlanjut jika risiko geopolitik belum mereda. Bagi pembaca awam, lonjakan Brent lebih banyak dipicu ekspektasi risiko ketimbang sinyal teknikal tunggal. Oleh karena itu, investor dianjurkan untuk menggunakan analisis fundamental jangka menengah dan tetap mengikuti pembaruan analisis dari Cetro.