
Analisis ini berasal dari pandangan Chief Economist Standard Chartered Bank untuk Eropa dan UK, Christopher Graham, terhadap rencana devolusi yang diajukan oleh Andy Burnham. Laporan menyoroti bagaimana Inggris yang relatif sangat terpusat dibandingkan negara OECD pesaing bisa bergerak menuju devolusi melalui transfer kekuasaan ke tingkat lokal. Ia menilai bahwa potensi manfaat tergantung pada kecepatan pelaksanaan, desain kebijakan, serta kekuatan institusional devolusi.
Dalam konteks kebijakan publik, devolusi dipandang sebagai alat untuk meningkatkan inklusivitas ekonomi dan mengurangi kesenjangan regional. Namun, bukti akademis tentang manfaat ekonomi devolusi masih campuran, dan konsensus mengenai efektivitas devolusi sejak 1999 tidak jelas. Laporan tersebut menekankan bahwa manfaat serta biaya devolusi bergantung pada bagaimana program ini dirancang dan diimplementasikan.
Di sisi lain, Burnham mempresentasikan gagasan Manchesterism sebagai orientasi ekonomi devolusi yang memindahkan kekuasaan dari Westminster ke institusi lokal untuk mendorong pertumbuhan berbasis tempat yang lebih inklusif. Dengan demikian devolusi berpotensi memberi Labour Party visi ekonomi yang lebih luas dan bisa mendapatkan dukungan lintas partai jika dirancang dengan baik.
Andy Burnham telah menegaskan bahwa devolusi akan menjadi pilar utama visi reformasi negara jika ia menjadi perdana menteri. Kepemimpinannya sebagai walikota Greater Manchester sejak 2017 telah menghasilkan pertumbuhan wilayah yang lebih cepat daripada rata-rata nasional, menggambarkan konsep yang ia sebut Manchesterism. Istilah itu merujuk pada devolusi ekonomi yang mendesak kekuasaan lokal untuk mendorong pertumbuhan inklusif yang berbasis kawasan dan mengurangi kesenjangan regional.
Konsep devolusi menekankan bahwa kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan wilayah dapat mempercepat reformasi ekonomi. Aspek ini juga diharapkan bisa membuka peluang bagi Partai Buruh untuk menawarkan satu visi ekonomi yang lebih jelas dan menarik dukungan lintas partai. Namun, tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara otonomi lokal dan koordinasi nasional agar kebijakan tidak terfragmentasi.
Data OECD menunjukkan Inggris termasuk di antara ekonomi maju yang paling terpusat, dengan perbedaan kinerja dan produktivitas yang signifikan dibandingkan negara tetangga. Meski bukti devolusi beragam, analisis menunjukkan bahwa hasilnya sangat bergantung pada desain kebijakan dan kapasitas institusional. Karena itu setiap langkah devolusi perlu didampingi evaluasi berkala dan mekanisme pembelajaran berkelanjutan.
Keberhasilan devolusi sangat bergantung pada kecepatan, desain, dan kapasitas institusi pelaksana. Percepatan perubahan yang terlalu agresif bisa menimbulkan ketidakpastian dan biaya transisi, sedangkan tempo yang terlalu lambat bisa menghalangi potensi pengurangan kesenjangan. Artikel ini menekankan bahwa manfaat maupun biaya devolusi ditentukan bagaimana kebijakan direncanakan dan diterapkan secara praktis.
Bagi pembuat kebijakan, kunci keberhasilan adalah menjaga keseimbangan antara otonomi lokal dengan koordinasi nasional. Diperlukan kriteria evaluasi dampak yang jelas, mekanisme akuntabilitas, serta alokasi sumber daya bagi institusi lokal. Dialog lintas partai dan dukungan publik juga diperlukan untuk menjaga stabilitas reformasi jangka panjang.
Secara keseluruhan, devolusi bisa menjadi bagian dari strategi kebijakan ekonomi jika dirancang dengan hati-hati dan dilaksanakan secara bertahap. Meskipun bukti empiris tetap bervariasi, analisis ini menyoroti potensi dampak terhadap pertumbuhan wilayah dan kesejahteraan asal kebijakan dirumuskan dengan rencana yang matang. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight dan beberapa bagian diproses dengan bantuan alat kecerdasan buatan serta telah ditinjau editor.