Sentimen pasar menunjukkan pergeseran positif jelang sesi perdagangan hari ini, didorong oleh penurunan harga minyak mentah. Hal ini membantu memperbaiki mood di pasar saham dan mata uang secara umum. Meskipun demikian, volatilitas tetap ada karena sejumlah indikator ekonomi penting akan dirilis hari ini.
Pada paruh kedua hari ini, kalender ekonomi AS akan menampilkan data Producer Price Index (PPI) untuk Februari. Angka tersebut berpotensi mengubah persepsi inflasi dan arah kebijakan moneter ke depan. Investor menunggu bagaimana angka PPI bisa mempengaruhi langkah Federal Reserve.
Yang lebih penting lagi, Bank of Canada dan Federal Reserve diperkirakan mengumumkan keputusan kebijakan mereka. Keputusan tersebut diperkirakan akan memicu pergerakan signifikan di pasar global, terutama pada pasangan mata uang utama dan logam berharga. Pasar bersiap menyerap sinyal mengenai jalur suku bunga dan potensi pengetatan likuiditas di masa datang.
Harga minyak WTI sempat naik lebih dari 2% kemarin, namun sesi berikutnya cenderung melemah dan diperdagangkan sekitar $93 per barel. Pergerakan minyak yang beriringan dengan sentimen pasar menciptakan volatilitas di pasar komoditas. Sementara itu, investor menilai implikasi perubahan harga minyak terhadap prospek pertumbuhan global.
Indeks dolar sempat menguat di awal sesi Asia, namun berbalik arah dan menutup sesi sebelumnya di wilayah negatif, mencerminkan peningkatan mood risiko. Pergerakan ini memberikan ruang bagi pergerakan pasangan mata uang utama seperti EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY. Pelaku pasar menanti arah kebijakan bank sentral untuk memahami jalur mata uang di beberapa bulan mendatang.
Pasar forex cenderung bergerak dalam kisaran sempit menjelang rilis kebijakan The Fed dan ECB. Beberapa analis menilai keputusan bank sentral akan menentukan arah mata uang utama selama beberapa sesi ke depan. Investor juga memantau data ekonomi lain yang bisa menambah volatilitas jangka pendek.
Fokus utama sekarang adalah kebijakan bank sentral, dengan ECB dijadwalkan mengumumkan keputusan pada hari Kamis. Investor menimbang sinyal dari Fed, BoE, dan BoJ tentang jalur bunga di masa depan. Perbedaan sinyal dari para pembuat kebijakan bisa memicu pergeseran likuiditas antar aset.
GBP/USD mendapat dorongan dari aliran risiko dan melanjutkan pemulihan, berada sekitar 1.3350 pada pembukaan sesi Eropa. Kondisi ini mencerminkan optimisme terhadap pasar keuangan meski tetap ada ketidakpastian. Rilis kebijakan BoE juga diantisipasi dengan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah.
USD/JPY menunjukkan tekanan bearish ringan di pembukaan perdagangan Eropa, menjelang keputusan suku bunga Bank of Japan. Sinyal kebijakan BOJ dapat memicu volatilitas pada pasangan berisiko di Asia. Investor menilai bagaimana langkah BOJ bisa mempengaruhi likuiditas regional dan dinamika pasar global.