Dinamika USD Menguat Dipicu Data PMI dan Proyeksi GDP; Fokus Emas di Pasar Global

Dinamika USD Menguat Dipicu Data PMI dan Proyeksi GDP; Fokus Emas di Pasar Global

trading sekarang

Indeks dolar AS, measured by the USD Index, mempertahankan momentum bullish dan bergerak mendekati level 98.00 setelah mencapai puncaknya dalam hampir sebulan pada hari Kamis. Sentimen pasar yang cenderung berhati-hati mendukung daya tarik USD terhadap sebagian besar rivalnya. Analis menilai data ekonomi yang akan dirilis pekan ini bisa menambah volatilitas di pasar finansial.

Jadwal data ekonomi hari ini fokus pada Preliminary PMI Februari dari Jerman, zona euro, Inggris, dan AS. PMI ini diharapkan menunjukkan kelanjutan ekspansi aktivitas bisnis meski tekanan inflasi dan kebijakan moneter masih menjadi sorotan. BEA juga akan merilis estimasi pertama pertumbuhan PDB Q4 dan data PCE Price Index untuk Desember.

Ketegangan geopolitik memicu ketakutan di pasar. Laporan media menyebutkan adanya pernyataan dari pejabat tinggi AS mengenai kemungkinan kesepakatan dengan Iran, sementara negaranya menegaskan respons tegas jika ada aksi militer. Dalam suasana ini investor lebih cenderung mencari pelindung nilai dan pergerakan indeks saham menegang karena risiko geopolitik yang membayangi.

Momentum USD relatif kuat di pembukaan perdagangan berkat suasana risk-off. EURUSD tertahan turun dan diperdagangkan di sekitar level 1.1750 setelah sesi kemarin berakhir merah. PMI regional diperkirakan menunjukkan ekspansi berkelanjutan di bulan Februari, menjaga tekanan bagi pasangan mata uang utama.

GBPUSD mengalami tekanan ke bawah untuk kuartal keempat beruntun, menembus level rendah sejak akhir Januari. Laju penjualan ritel Inggris pada Januari naik 1.8 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi hingga 0.2 persen. Data ini memberikan gambaran bagaimana dinamika konsumsi mempengaruhi kebijakan Bank of England dan arah pasangan mata uang tersebut.

USDJPY melanjutkan reli mingguan dan berada di atas 155.00 pada awal sesi Jumat. Perdana Menteri Jepang menyatakan bahwa belanja diperlukan akan didanai melalui anggaran awal dan bertujuan menurunkan rasio utang terhadap PDB. Indeks CPI nasional meningkat 1.5 persen pada Januari, menambah daftar faktor yang mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan.

Logam mulia tetap menarik sebagai aset pelindung nilai meskipun momentum tidak terlalu kuat akibat penguatan dolar yang meluas. Permintaan safe-haven muncul di beberapa momen, terutama ketika berita geopolitik membentuk arah harga. Investor juga memantau data ekonomi yang akan datang untuk memaknai arah pasar.

XAUUSD bergerak lebih tinggi pada pembukaan Eropa dan berada di atas level psikologis yang menjadi fokus para trader. Minat beli emas masih terbatas oleh ketahanan dolar, namun pergerakannya menunjukkan adanya dukungan dari permintaan pelindung risiko. Pelaku pasar menilai sentimen risiko global sebelum keputusan kebijakan besar berikutnya.

Di sisi lain, AUDUSD cenderung tidak merespons secara kuat terhadap rilis PMI gabungan Australia yang menunjukkan ekspansi pada level 52. Analisis pasar menunjukkan bahwa dampak data tersebut terhadap mata uang komoditas dan AUD relatif terbatas dalam sesi ini. Skenario lain menilai bahwa pergerakan pasar akan lebih dipengaruhi oleh dinamika risiko global dan faktor kebijakan moneter bank sentral lainnya.

broker terbaik indonesia