Di tengah lanskap ritel yang bergejolak, Matahari Department Store Tbk (LPPF) menandai momen penting dengan komitmen membagikan dividen jumbo meski penjualan menurun. Laporan keuangan 2025 menunjukkan penjualan sebesar Rp11,1 triliun, turun 10,2% secara tahunan. EBITDA tertekan 16,9% menjadi Rp1,2 triliun dan laba bersih turun menjadi Rp725 miliar. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight (Cetro), portal analisis pasar yang rutin menghadirkan perspektif tepercaya bagi investor. Dalam konteks volatilitas, harga emas perak sering dijadikan tolok ukur risiko aset, sehingga fokus pada arus kas dan likuiditas menjadi relevan bagi rencana dividennya. Array indikator likuiditas dan komitmen pembayaran dividen menandakan manajemen tetap menjaga kepastian bagi pemegang saham.
Dividen tunai sekitar Rp564 miliar diproyeksikan setara 77,88% dari laba bersih 2025, dengan usulan Rp250 per saham untuk distribusi 2026. Nilai dividend yield dihitung sekitar 13% berdasarkan harga penutupan saham sekitar Rp1.910 pada 27 Februari 2026. Meski kinerja turun, perusahaan menegaskan kemampuan menjaga arus kas tanpa utang berbunga dan memiliki fasilitas pinjaman belum terpakai sebesar Rp1,7 triliun sebagai bantalan cadangan.
Secara operasional, Matahari menegaskan optimisasi portofolio dengan memperluas koleksi SUKO dan ZES, serta memperkenalkan merek MU+KU. Di sepanjang tahun 2025 perseroan menutup tujuh gerai berkinerja rendah dan membuka lima gerai mono-brand SUKO serta dua gerai mono-brand ZES, disertai peluncuran gerai MU+KU multi-brand untuk menarik segmen pelanggan baru. Perseroan juga mempersiapkan Ramadan dan Lebaran dengan persediaan senilai Rp1 triliun, sebagai upaya menjaga kontinuitas layanan meskipun dalam situasi permintaan yang terkendala.
Untuk 2026, Matahari menegaskan rencana ekspansi gerai dan perluasan koleksi SUKO, ZES, serta MU+KU guna menarik pelanggan baru. Strategi ini juga mencakup penguatan omnichannel, dengan upaya mengintegrasikan pemasaran offline dan online agar pengalaman belanja konsisten. Array data operasional menjadi panduan dalam memilih lokasi gerai dan alokasi inventori.
Perusahaan akan mengurangi sub-kategori yang kurang menguntungkan, sambil menjaga harga kompetitif dibandingkan pesaing. Fokus pada keselarasan bahasa desain di kanal digital dan konsistensi penyajian produk akan memperkuat posisi Matahari di pasar ritel. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi persediaan dan konversi penjualan lintas saluran.
Rencana 2026 juga menempatkan prioritas pada pembenahan rantai pasokan dan penguatan omnichannel, dengan investasi pada teknologi dan pelatihan karyawan. Upaya ini diharapkan meningkatkan kepuasan pelanggan serta memperkuat margin melalui harga yang kompetitif. Array kebijakan operasional jangka menengah menjadi acuan bagi implementasi di toko-toko modern Matahari.
Secara keuangan, Matahari menunjukkan arus kas yang lebih terjaga meski laba turun. Kas dan setara kas tercatat Rp448 miliar per akhir 2025, dan perseroan tidak memiliki utang berbunga; fasilitas pinjaman yang belum digunakan sebesar Rp1,7 triliun masih tersedia. Kebijakan fiskal ini meningkatkan kenyamanan manajemen untuk menilai peluang dividen tambahan atau investasi yang diperlukan di masa depan.
Di sisi operasional, perusahaan fokus pada penguatan omnichannel dan integrasi pemasaran antara kanal offline maupun online untuk menjaga pengalaman belanja yang konsisten. Array kebijakan manajemen risiko juga diterapkan untuk menjaga likuiditas dan kestabilan arus kas dalam situasi makro yang volatil. Perusahaan menyiapkan persediaan senilai Rp1 triliun untuk momen Ramadan dan Lebaran, menjaga ketersediaan produk di kanal fisik maupun digital.
Secara keseluruhan, analisa fundamental menunjukkan bahwa sinyal trading untuk LPPF masih berada pada zona netral karena kinerja dipengaruhi permintaan konsumen dan dinamika persaingan. Harga emas perak kembali menjadi indikator risiko makro yang perlu dipantau investor sektor ritel, terutama dalam konteks dividen dan kapitalisasi pasar. Analisis ini sejalan dengan strategi harga dan kemungkinannya terhadap volatilitas jangka pendek, sehingga rekomendasi untuk trading tetap "no" dengan risiko-risiko yang melekat.