Dividen Tunai Rp772,37 Miliar Adira Finance Pasca Merger MFIN: Laba 2025 Turun, Pendapatan Meningkat

Dividen Tunai Rp772,37 Miliar Adira Finance Pasca Merger MFIN: Laba 2025 Turun, Pendapatan Meningkat

trading sekarang

Di tengah kilau pasar modal Indonesia, kabar terbaru dari Adira Dinamika Multi Finance Tbk ADMF terasa seperti detonator bagi sentimen investor. Dividen tunai sebesar Rp772,37 miliar setara sekitar Rp630 per saham menjadi sinyal bahwa merger dengan Mandala Multifinance menghasilkan manfaat langsung bagi pemegang saham. Langkah ini menunjukkan bahwa ADMF berupaya menjaga arus kas kuat di tengah proses integrasi pasca merger dan memberikan dukungan bagi pemegang saham jangka pendek. Liputan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam tanpa kehilangan nuansa analitis.

Keputusan pembagian dividen tersebut diambil pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang berlangsung pada 6 April 2026. Dalam jadwal yang dirilis, cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi dimulai pada 14 April 2026, diikuti 15 April 2026, lalu dividen tunai dicatat pada 16 April 2026. Ex dividen tunai berlaku pada 17 April 2026, dengan daftar pemegang saham berhak ditetapkan 16 April 2026 dan pembayaran dividen dijadwalkan 30 April 2026.

Secara konteks, kinerja ADMF sepanjang 2025 terlihat cukup solid pasca tuntasnya merger dengan Mandala Multifinance. Laba bersih 2025 mencapai Rp1,54 triliun, turun 15 persen dibandingkan angka 2024 yang direstated sebesar Rp1,81 triliun. Pendapatan total mencapai Rp12,1 triliun, naik 2,9 persen secara tahunan, dengan pembiayaan konsumen menyumbang Rp7,6 triliun dan margin murabahah Rp1,7 triliun. Pembiayaan untuk segmen sepeda motor mendominasi Rp3,93 triliun, mobil Rp1,5 triliun, dan barang tahan lama Rp2,1 triliun.

Analisa kinerja 2025 menunjukkan laba bersih ADMF sebesar Rp1,54 triliun, turun 15 persen dibanding laba 2024 yang direstated sebesar Rp1,81 triliun akibat dampak merger. Penurunan laba ini mencerminkan biaya integrasi dan perubahan struktur pembiayaan seiring menyatunya dengan Mandala Multifinance.

Pendapatan 2025 mencapai Rp12,1 triliun, meningkat 2,9 persen year on year. Kontributor utama adalah pembiayaan konsumen sebesar Rp7,6 triliun dan margin murabahah sebesar Rp1,7 triliun, yang menunjukkan keberlanjutan margin meski lingkungan persaingan ketat.

Pembiayaan yang disalurkan sepanjang 2025 mencapai Rp25,7 triliun dengan total outstanding pembiayaan Rp60 triliun. Pembiayaan murabahah piutang sebesar Rp5,5 triliun turut menopang arus kas, dengan segmen motor menjadi kontributor utama sekitar Rp3,93 triliun, diikuti mobil Rp1,5 triliun dan barang tahan lama Rp2,1 triliun.

Jadwal Dividen dan Implikasi Investor

Dividen tunai ADMF memberi aliran kas langsung bagi pemegang saham dan menegaskan dukungan manajemen terhadap pemegang saham pasca merger. Meski laba 2025 menurun, aliran pendapatan yang relatif stabil memberikan dasar bagi kelanjutan ekspansi pembiayaan konsumen.

Rencana pembagian dividen telah ditetapkan dan menghadirkan ketentuan mengenai masa efektif, cum dividen, ex dividen serta pembayaran. Informasi lengkap dapat dilihat pada tabel terlampir untuk memudahkan pembaca mengikuti hak dividen.

Sinyal trading tidak dapat ditarik dari informasi ini karena ADMF adalah saham dan analisa lanjutan diperlukan untuk rekomendasi. Liputan lanjutan akan disampaikan secara berkala oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kami.

PeristiwaTanggal
Tanggal Efektif6 April 2026
Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi14 April 2026
Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi15 April 2026
Cum Dividen Tunai16 April 2026
Ex Dividen Tunai17 April 2026
Daftar Pemegang Saham berhak atas dividen16 April 2026
Pembayaran Dividen30 April 2026
broker terbaik indonesia