DKFT Tersenyum di Tengah Kenaikan Harga Nikel: Laba Menanjak, Target Harga Turun Meski Rekomendasi Beli Dipertahankan

DKFT Tersenyum di Tengah Kenaikan Harga Nikel: Laba Menanjak, Target Harga Turun Meski Rekomendasi Beli Dipertahankan

Signal D/KFTBUY
Open635.000
TP820.000
SL520.000
trading sekarang

Harga bijih nikel melesat dan menciptakan gelombang sentimen yang menarik bagi investor. Meskipun DKFT menghadapi pembatasan kuota tambang, peluang upside tetap terbuka bagi saham ini. Riset UOB Kay Hian menyoroti implementasi Harga Patokan Mineral HPM di Indonesia sejak 15 April 2026 dan dampaknya terhadap harga jual bijih nikel.

Rilis tersebut menyoroti bahwa keterbatasan RKAB di tingkat industri menekan pasokan sekaligus mendorong kenaikan harga. Di saat bersamaan, perubahan harga komoditas dipicu oleh dinamika regulasi yang mempengaruhi margin perseroan. Dalam konteks ini, DKFT tetap berada pada fokus investor karena potensi pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.

Di lini analisis, Cetro Trading Insight menilai bahwa faktor fundamental masih menjadi pendorong utama dibandingkan faktor teknis jangka pendek. Perubahan kebijakan harga dan volume penjualan bisa berimplikasi pada profitabilitas perseroan. Walau ada tantangan RKAB, arah bisnis DKFT dinilai tetap solid.

Pada kuartal pertama 2026, DKFT menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan. Laba bersih mencapai Rp237 miliar, melonjak 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perseroan juga tumbuh 20 persen menjadi Rp506 miliar, didorong oleh optimalisasi bauran produk dan efisiensi biaya.

Sejalan dengan realitas operasional tersebut, UOB Kay Hian memangkas proyeksi laba bersih DKFT untuk 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 6 persen dan 21 persen. Penyesuaian ini mencerminkan asumsi volume penjualan yang lebih rendah akibat pembatasan RKAB. Meski demikian, prospek jangka menengah perseroan tetap positif bagi pemegang saham.

Broker menurunkan target harga saham DKFT menjadi Rp820 dari sebelumnya Rp900. Kendati demikian, rekomendasi beli masih dipertahankan karena prospek perseroan dianggap menarik. Perubahan ini menggambarkan keseimbangan antara momentum pasar dan risiko regulasi yang lebih ketat.

Sinyal pasar terhadap DKFT menunjukkan peluang upside meski revisi laba terjadi. Rekomendasi beli tetap berlaku karena fundamental perseroan dipandang kuat dan prospeknya masih menjanjikan. Harga saham telah mencatat kenaikan meskipun ada penyesuaian target harga oleh analis.

Pembatasan RKAB membuat fokus operasional bergeser pada peningkatan efisiensi dan optimisasi bauran produk. DKFT menekankan peningkatan kualitas pendapatan melalui bauran produk yang lebih efisien dan biaya yang lebih rendah. Strategi ini diharapkan menjaga arus kas dan margin meskipun volume produksi dibatasi.

Analisa sinyal trading menyimpulkan skema buy dengan level terbatas. Open 635, target 820, stop loss 520 direkomendasikan sebagai baseline risiko-imbalan sesuai rasio risk-reward minimal 1:1.5. Jika harga bergerak sesuai proyeksi, potensi upside cukup besar hingga menuju target harga, dengan catatan bahwa keputusan pembelian tetap di tangan investor.

banner footer