Dolar AS Menguat Didukung Data Ekonomi AS serta Geopolitik Timur Tengah Menambah Volatilitas Pasar FX

Dolar AS Menguat Didukung Data Ekonomi AS serta Geopolitik Timur Tengah Menambah Volatilitas Pasar FX

trading sekarang

Dolar AS melanjutkan penguatannya, dengan indeks DXY naik ke atas 100,00—tertinggi sejak akhir November. Pergerakannya mencerminkan arus modal global menjelang data ekonomi utama. Investor menilai rilis PCE Price Index dan Durable Goods Orders untuk Januari serta revisi kedua GDP Q4 dari BEA.

Dalam agenda sesi kedua, fokus tertuju pada PCE Price Index dan Durable Goods Orders Januari. Data ini berpotensi menguji prospek inflasi dan arah kebijakan moneter The Fed. Pasar juga menilai bagaimana gejolak ekonomi dapat mempengaruhi volatilitas mata uang utama.

BEA akan merilis estimasi kedua pertumbuhan GDP Q4, memberikan gambaran lebih jelas tentang momentum ekonomi AS. Informasi ini akan mempengaruhi ekspektasi investor terhadap jalur kebijakan moneter di tahun mendatang. Secara umum, rilis ini berpotensi mengubah sentimen perdagangan di pasar FX.

Ketegangan di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda deeskalasi. Harga minyak mentah melonjak lagi karena pasar menilai risiko pasokan yang lebih rapuh. Ketidakpastian geopolitik mendorong kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan pada kebijakan moneter global.

WTI diperdagangkan di kisaran di atas $95 per barel setelah reli sekitar 9% pada hari sebelumnya. Kenaikan harga minyak memberi dorongan terhadap inflasi dan menambah tekanan pada kebijakan suku bunga bank sentral. Geopolitik menjadi faktor utama yang membentuk ekspektasi pasar energi.

Iran menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz tetap menjadi alat tekanan, sementara AS menyatakan kesiapan mengawal tanker melalui jalur itu bila memungkinkan. Komentar ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan potensi gangguan pasokan. Pelaku pasar tetap memantau perkembangan sebagai bagian dari risiko global dan dampaknya pada harga komoditas.

Rangkuman Pergerakan Pasar Mata Uang dan Komoditas Global

GBP/USD berada di bawah tekanan bearish, diperdagangkan mendekati 1,3300 pada pembukaan sesi Eropa. Dolar yang kuat menimbang pasangan mata uang utama, memperpanjang tren pelemahan. Sementara itu, EURUSD juga melemah, turun di bawah 1,1500 untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan.

USD/CAD melampaui 1,3650 setelah dua hari kenaikan, mencerminkan optimisme terhadap dolar AS. Pelaku pasar menantikan data tenaga kerja Kanada untuk memperjelas arah selanjutnya. USDJPY melanjutkan rally dan berada di atas 159,00, dengan tren mingguan sekitar 1%.

Logam mulia stabil di atas level $5,000 per ounce meski transaksi terakhir mengalami penurunan. Ketidakpastian geopolitik dan risiko inflasi tetap menjadi pendukung permintaan perlindungan nilai. Secara keseluruhan, emas berada dalam jalur mingguan yang negatif meski tidak kehilangan sepenuhnya daya tariknya sebagai aset safe-haven.

broker terbaik indonesia