Cetro Trading Insight mencatat bahwa dolar AS saat ini berada dalam fase konsolidasi meskipun sempat mengungguli mata uang lain pada sesi Amerika kemarin. Pergerakannya cenderung menyatu di kisaran sempit karena pasar menunggu rilis data ekonomi utama serta arah kebijakan moneter yang akan ditetapkan beberapa bank sentral besar. Sentimen pasar berada pada posisi menunggu sebelum tekanan data pekerjaan dan penjualan rumah baru bulan Januari muncul secara rinci.
Kalender ekonomi AS pekan ini menyoroti data Initial Jobless Claims dan January New Home Sales yang berpotensi mengubah ekspektasi inflasi dan laju pemotongan suku bunga di masa mendatang. Pelaku pasar berharap signal konkret dari angka tersebut untuk menilai apakah tren penurunan inflasi akan melanjutkan atau perlu penyesuaian kebijakan lebih lanjut. Meski demikian, dinamika dolar tetap dipengaruhi rumor kebijakan serta komentar pejabat bank sentral yang sering datang melalui pernyataan resmi dan konferensi pers.
Selain itu, pergerakan dolar juga dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral lain melalui kalender rilis keputusan SNB, BoE, dan ECB yang akan datang. Pelaku pasar menilai bahwa ketiga otoritas tersebut bisa mengubah arus modal global dan memicu volatilitas di pasar mata uang utama. Secara teknis, peristiwa ini menambah tekanan pada dolar di tengah penantian arah kebijakan jelang data penting berikutnya.
Fed mempertahankan kisaran suku bunga 3,5%–3,75% pada pertemuan terakhir, sesuai ekspektasi banyak analis. Dalam Summary of Economic Projections (SEP), para pejabat membahas kemungkinan potongan 25 basis poin di 2026 dan 2027, meski tujuh anggota memproyeksikan tidak ada pemotongan tahun ini dan satu anggota memprediksi kenaikan di tahun berikutnya. Proyeksi ini menunjukkan pandangan bahwa inflasi akan berangsur melunak, meski jalur kebijakan tetap bergantung pada perkembangan harga energi dan inflasi inti.
Bank of Japan (BoJ) memilih menahan suku bunga jangka pendek di 0,75% setelah dua hari rapat kebijakan. Satu anggota komite lebih menyatakan dukungan untuk kenaikan 25 bps karena stabilitas harga telah lebih atau kurang tercapai, dengan risiko harga di Jepang cenderung ke arah upside akibat efek kedua dari lonjakan harga di luar negeri. Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, menekankan bahwa tekanan inflasi kemungkinan meningkat seiring naiknya harga minyak, sedangkan real interest rates masih berada pada level yang sangat rendah.
Keputusan BoJ dan ekspansi pandangan Fed turut mempengaruhi pergerakan dolar, sementara para investor menunggu komentar selanjutnya dari para pemimpin bank sentral terkait prospek kebijakan. Pergerakan USD/JPY yang mendekati 160 sebelum koreksi menggambarkan volatilitas yang meningkat di pasar valas menjelang rilis data utama dan pernyataan kebijakan. Secara umum, perubahan kebijakan di pusat moneter besar meningkatkan volatilitas, tetapi juga memberikan gambaran arah jangka menengah bagi para pelaku pasar.
Emas telah tertekan oleh penguatan dolar AS yang berkelanjutan, dengan XAU/USD turun tajam dan kini berada di sekitar level terendah sejak Februari. Pergerakan harga emas terdorong oleh kekuatan dolar yang membuat permintaan emas sebagai lindung nilai cenderung menurun. Di sisi lain, kondisi ini meningkatkan fokus pada bagaimana faktor inflasi dan kebijakan moneter utama akan membentuk arah harga logam mulia ke depan.
Harga minyak, khususnya WTI, juga mengalami koreksi setelah kenaikan yang signifikan sebelumnya. Pasar memperhatikan bahwa dolar yang kuat dan prospek permintaan global dapat mempengaruhi gerak harga minyak, dengan WTI berada di sekitar level 95,50 dolar per barel pada sesi ini. Pergerakan minyak menambah tekanan pada ekspektasi inflasi dan berperan dalam menilai risiko terkait biaya energi bagi konsumen maupun perusahaan.
Secara keseluruhan, dinamika antara kebijakan moneter global dan fluktuasi harga energi membentuk arah pasar komoditas maupun mata uang utama. Investor disarankan mengikuti komentar para pemimpin bank sentral dan data ekonomi berikutnya untuk memahami potensi perubahan aliran modal. Artikel ini meninjau kembali pandangan pasar yang disampaikan oleh Cetro Trading Insight dan siap memperbarui analisis seiring perkembangan berita terbaru.