Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Global: Analisis DXY, Energi, dan Kebijakan Fed

Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Global: Analisis DXY, Energi, dan Kebijakan Fed

trading sekarang

Komentar politik terakhir sempat menenangkan sentimen risiko, namun ketakutan pasar tetap hidup. Dolar pun bergerak lebih kuat seiring meningkatnya risiko global. Harga minyak dan imbal hasil obligasi naik, sementara indeks saham tampil tertekan.

Ketika rilis data utama ditunda, fokus beralih ke para pembicara Federal Reserve. Investor menunggu arahan kebijakan yang bisa menggerakkan langkah pasar ke depan. Ketidakpastian tetap tinggi meski jeda dalam nada pelaku pasar.

BBH menilai perbedaan suku bunga menjaga DXY berada dalam kisaran 96.00-100.00. Namun tekanan terkait kejutan energi meningkatkan risiko dolar dari sisi permintaan likuiditas dan stress pasar. Dengan demikian arah dolar tetap dipengaruhi dinamika suku bunga global dan volatilitas energi.

Sentimen pasar sempat tenang sejenak setelah pernyataan Perdana Menteri Israel bahwa perang bisa berakhir lebih cepat daripada perkiraan dan infrastruktur energi tidak lagi menjadi target. Namun ketenangan itu cepat memudar. Minyak mentah kembali menguat. Pasar saham menunjukkan tekanan turun. Imbal hasil obligasi bergerak lebih tinggi dan dolar menguat.

Akibatnya, ekspektasi potongan suku bunga AS dalam 12 bulan ke depan berkurang. Pasar juga mencerminkan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut di sebagian besar ekonomi maju. Intinya, diferensial suku bunga global tetap mengunci pergerakan DXY di kisaran 96-100 meski kekhawatiran energi meningkat. Risiko nilai tukar masih tetap tinggi saat kebutuhan likuiditas meningkat di masa-masa stres pasar. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

broker terbaik indonesia