Dolar Menguat Didukung Data Ritel AS; GBPUSD Menguji Dukungan di 1.3505 Menanti CPI Inggris dan Klaim Pengangguran AS

Dolar Menguat Didukung Data Ritel AS; GBPUSD Menguji Dukungan di 1.3505 Menanti CPI Inggris dan Klaim Pengangguran AS

trading sekarang

Data ritel Amerika Serikat untuk bulan Maret menunjukkan momentum yang kuat pada pengeluaran, mendorong dolar ke posisi lebih tinggi. Penjualan ritel naik sebesar 1.7% secara bulanan, melampaui estimasi sebesar 0.4%. Faktor pendukung termasuk harga bensin yang lebih tinggi dan pengembalian dana pajak yang turut mendorong belanja konsumen. Selain itu, perubahan pekerjaan ADP untuk empat minggu terakhir juga meningkat menjadi 54.8 ribu, menandakan adanya kekuatan pada pasar tenaga kerja.

Di Inggris, data pasar tenaga kerja menunjukkan dinamika yang tetap solid dengan pengangguran turun menjadi 4.9%. Namun pertumbuhan upah inti (tanpa bonus) terlihat melunak pada level 3.6% YoY untuk periode tiga bulan hingga Maret, menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari pasar tenaga kerja mungkin tidak akan mengangkat suku bunga secara signifikan dalam waktu dekat. Kondisi fiskal dan dinamika inflasi jadi fokus jelang rilis CPI Inggris.

Para pelaku pasar kini menantikan rilis CPI Inggris serta klaim pengangguran AS untuk menawarkan arah pergerakan selanjutnya bagi pasangan GBPUSD. Ketertarikan juga tertuju pada komentar calon Ketua Fed, Warsh, mengenai kebijakan moneter dan kehendak independensi bank sentral, yang menambah kompleksitas lanskap mata uang. GBPUSD saat ini berada di sekitar 1.3507 dengan harga tertinggi harian mendekati 1.3539.

Secara teknikal, GBPUSD terlihat berada pada posisi sekitar 1.3507 pada kerangka harian, setelah menyentuh level tertinggi harian 1.3539. Struktur aset menunjukkan adanya base moving average yang membentuk dasar dukungan, dengan kecenderungan bias jangka pendek yang relatif membangun jika harga tidak menembus beberapa level kunci. Area resistance utama berada di sekitar 1.3850 hingga 1.3869, yang jika ditembus bisa membuka peluang untuk melanjutkan kenaikan lebih lanjut.

Dukungan terdekat berada di 1.3505, sementara konsentrasi moving average (cluster) di sekitar 1.3419 berfungsi sebagai bantalan jika terjadi koreksi. Garis tren turun dari level sekitar 1.3869 menandai batas atas yang perlu diwaspadai oleh trader, karena setiap upaya perpanjangan ke zona mid-1.38 bisa menghadapi tekanan jual yang signifikan. Secara keseluruhan, prospek teknikal menunjukkan ruang terbatas untuk pergerakan ke atas tanpa reaksi kuat di bawah dukungan utama.

Rencana teknikal ini mencerminkan bahwa pergerakan lebih lanjut akan sangat bergantung pada aksi harga di dekat level kunci tersebut. Jika pasangan berhasil menembus resistance di sekitar 1.3850, target selanjutnya mungkin berada di kisaran 1.39-an, namun risikonya meningkat ketika mendekati garis tren dan zona supply di atasnya. Sebaliknya, jika tekanan jual muncul melewati 1.3505, penurunan menuju 1.3419 atau lebih rendah menjadi risiko nyata dalam beberapa sesi berikutnya.

Rilis data ke depan dan implikasi pasar

Ke depan, fokus utama pelaku pasar adalah data klaim pengangguran AS yang dirilis bulanan, serta rilis inflasi Maret di Inggris, mencakup Core CPI yang diperkirakan stabil di 3.2% YoY dan CPI sekitar 3.3% YoY. Perkembangan ini akan memberikan gambaran lebih jelas tentang arah kebijakan moneter kedua negara dan bagaimana defisit inflasi mempengaruhi pasangan GBPUSD.

Keterangan dari calon Ketua Fed, Warsh, menyoroti bahwa forward guidance tidak dianggap sebagai alat utama kebijakan dan bahwa ukuran seperti suku bunga dan neraca tetap relevan. Perkembangan ini menambah dinamika risiko bagi dolar AS, terutama jika data tenaga kerja menunjukkan perlunya penyesuaian kebijakan lebih lanjut. Sementara itu, risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global juga tetap menjadi pertimbangan bagi pergerakan mata uang utama.

Di pasar, suasana tetap mencerminkan campuran antara optimisme ekuitas AS yang mendapatkan dukungan dari laporan laba perusahaan dan ketidakpastian terkait arah kebijakan moneter. Pelaku pasar disarankan menjaga fokus pada level teknikal kunci, mengingat volatilitas bisa meningkat menjelang rilis data utama. Secara keseluruhan, volatilitas GBPUSD kemungkinan tetap terjaga dalam kisaran yang terbatas jika data pendukung tersebut konsisten dengan ekspektasi pasar.

broker terbaik indonesia