Dolar Stabil Menjelang Data Tenaga Kerja AS: Analisis Pasar Forex Versi Cetro Trading Insight

Dolar Stabil Menjelang Data Tenaga Kerja AS: Analisis Pasar Forex Versi Cetro Trading Insight

trading sekarang

Dolar AS berada di jalur positif sekitar level 100,00 menjelang pembukaan sesi Eropa. Volume perdagangan cenderung tipis karena libur Good Friday, sehingga pergerakan cenderung terbatas. Menurut Cetro Trading Insight, ruang bagi kejutan teknikal tetap ada meski arah umum tampak moderat.

Pasar menunggu data pekerjaan Nonfarm Payrolls untuk bulan Maret dengan nada hati-hati. Beberapa analis mengharapkan rebound NFP meskipun angka sebelumnya menunjukkan penurunan, sehingga risiko kejutan tetap ada. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tidak berubah di 4,4 persen, menambah ketidakpastian mengenai jalur kebijakan moneter.

Ketertarikan investor juga tertuju pada sinyal kebijakan fiskal dan moneter yang bisa mengubah arah dolar dalam beberapa sesi ke depan. Secara teknikal, beberapa indikator memperlihatkan konsolidasi di sekitar level kunci tanpa konfirmasi arah yang kuat. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memantau rilis NFP untuk mendapatkan gambaran arah jangka pendek yang lebih jelas.

AUD/USD menguat mendekati 0,6910 pada pembukaan sesi Eropa, didorong harapan atas kenaikan suku bunga lanjut dari Reserve Bank of Australia. Pasar menilai bahwa data domestik yang sehat memberi dukungan bagi aussie meskipun risiko global tetap membayangi. Pergerakan ini juga didorong oleh harapan investor terhadap sikap kebijakan yang lebih agresif dari bank sentral.

EUR/USD datar di sekitar 1,1535, dengan pasar memasang probabilitas kenaikan 25 basis poin pada pertemuan ECB akhir bulan. Analis menilai bahwa peluang kenaikan tersebut mencapai sekitar 81 persen, meskipun kebijakan jangka pendek tetap berhati-hati. Pergerakan cenderung sideways karena investor terus menimbang sinyal inflasi serta dampak langkah-langkah ECB terhadap mata uang euro.

GBP/USD berada di zona positif sekitar 1,3230 setelah sebelumnya ditutup sekitar 1,3220. USD/JPY menguat tipis ke sekitar 159,65, menghadapi volatilitas yang lebih besar karena ancaman intervensi dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan kesiapan untuk mengambil tindakan tegas jika diperlukan guna menahan pergerakan spekulatif yang berlebihan.

Kemunculan dinamika geopolitik menambah ketegangan di pasar. Perkataan mengenai infrastruktur di Teheran oleh tokoh senior Amerika berpotensi meningkatkan volatilitas. Analisis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa sentimen risk-off bisa meningkat jika eskalasi berlanjut.

Langkah kebijakan baru AS berisiko memicu perubahan arus modal dan biaya terkait impor obat paten. Perintah itu bisa memberi tekanan pada harga beberapa sektor dan menambah tekanan pada yield global. Investor mencoba menimbang bagaimana perkembangan kebijakan ini akan mempengaruhi likuiditas dan pilihan aset berisiko maupun aman.

Di sisi data, China melaporkan PMI layanan pada Maret sebesar 52,1, lebih rendah dari 56,7 bulan sebelumnya, menunjukkan pelemahan aktivitas jasa. Pada saat bersamaan, data AS yang sangat dinantikan seperti Nonfarm Payrolls dan tingkat pengangguran berpotensi menggerakkan volatilitas pasar. Market participants perlu menilai bagaimana perubahan kebijakan serta sentimen risiko dapat membentuk arah pasangan mata uang utama dalam sesi-sesi mendatang.

broker terbaik indonesia