Laporan terkini dari Deutsche Bank melalui tim yang dipimpin Jim Reid menggarisbawahi peningkatan selera risiko di pasar. Meski sentimen membaik, ekspektasi terkait kebijakan moneter menjadi kurang dovish dan cenderung mendukung Dollar Index. Kondisi ini mencerminkan pergeseran dinamika pasar yang mempengaruhi berbagai kelas aset secara simultan.
Data PCE inti kembali ke level 3.0 persen, sehingga imbal hasil US Treasury naik di berbagai tenor. Pergerakan ini menambah tekanan pada biaya pinjaman dan memperkuat peran dolar sebagai penyangga nilai dalam konteks global. Investor tetap mencermati respons pasar terhadap data tersebut sambil menilai jalur kebijakan ke depan.
Sinyal pasar juga terlihat lewat penurunan minat pada potensi pemotongan suku bunga, termasuk dinamika lelang 5-tahun yang lemah. Hambatan terhadap pemotongan menambah volatilitas dan mengubah komposisi risiko pada kelas aset. Secara umum, para analis menilai bahwa optimisme tingkat dekat menyeimbangkan kekhawatiran mengenai jalur kebijakan di masa depan.
Imbal hasil obligasi AS naik di seluruh kurva seiring data ekonomi memperkuat narasi bahwa pemotongan suku bunga Juni akan lebih kecil atau tertunda. Yield 2-tahun menguat menjadi sekitar 3.47%, sedangkan yield 10-tahun naik ke sekitar 4.05%. Pergerakan ini menambah daya tarik aset berimbal hasil bagi investor sambil menahan arus masuk ke pasar risiko.
Opsi pemotongan suku bunga untuk Juni turun di bawah 50% untuk pertama kalinya tahun ini, menjadi 48% pada penutupan hari itu. Penurunan ekspektasi ini memperkuat narasi bahwa sikap kebijakan tidak lagi mendukung pemotongan agresif pada tahap awal siklus. Dalam konteks itu, pasar obligasi menyesuaikan harga imbal hasilnya secara lebih jelas.
Para pelaku pasar menilai dinamika probabilitas ini sambil menata ulang alokasi portofolio. Ada kecenderungan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan meningkatkan perlindungan terhadap dolar atau likuiditas untuk mengurangi risiko. Ketidakpastian data di masa mendatang dapat memicu fluktuasi volatilitas yang lebih tinggi pada obligasi dan nilai tukar.
Di sisi perdagangan, dinamika yield dan ekspektasi kebijakan menguatkan fokus pada Dollar Index. Secara fundamental, relokasi kebijakan memberi dorongan bagi dolar untuk menguat terhadap sejumlah mata uang utama. Trader juga mengamati bagaimana pergeseran ini mempengaruhi kepemilikan aset berisiko dan arus modal lintas benua.
Sinyal trading berdasarkan artikel: Buy pada indeks dolar (DXY) dengan level buka 104.50, target profit 106.50, dan stop loss di 103.50. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1.5 terpenuhi jika tp tercapai tanpa melampaui angka risiko. Karena fokus data memihak dolar, arah pergerakan cenderung akan menguat hingga rilis data berikutnya mengubah pandangan pasar.
Meski sinyal jangka pendek mengarah ke kenaikan dolar, risiko fundamental tetap ada. Perkembangan data PCE, produksi, dan kejutan geopolitik dapat mengguncang ekspektasi pasar. Manajemen risiko disarankan untuk menata ukuran posisi dan mengenakan stop loss sesuai rencana.