Dollar Menguat Didukung Kelemahan Yen: Analisis Dampak ke Pasar Global Menjelang Keputusan FOMC

Dollar Menguat Didukung Kelemahan Yen: Analisis Dampak ke Pasar Global Menjelang Keputusan FOMC

trading sekarang

Laporan dari Cetro Trading Insight menyebutkan bahwa dolar AS sedikit lebih kuat secara umum, terutama karena melemahnya yen Jepang. Kondisi ini turut dipengaruhi dinamika pasar yang masih waspada terhadap gejolak jual terkait AI. Analisis ini didasarkan pada komentar analis BBH, Elias Haddad, yang menyoroti bagaimana faktor teknikal dan sentimen risiko membentuk arah mata uang utama.

Pergerakan yen yang melemah cenderung memperkuat indeks dolar dan mempengaruhi sentimen risiko di pasar keuangan. Di sisi lain, futures S&P 500 menunjukkan prospek pembukaan yang lebih stabil setelah penurunan tadi malam akibat kekhawatiran seputar perdagangan AI. Pasar juga mengawasi potensi friksi perdagangan yang makin nyata jika ada putusan mahkamah agung terkait tarif yang dapat menambah tekanan pada harga saham.

Dalam konteks tersebut, pelaku pasar menilai bagaimana kejutan kebijakan perdagangan dan dinamika yen dapat membentuk arah dolar terhadap pasangan USDJPY. Terjaganya volatilitas akan bergantung pada respons indeks dolar terhadap rilis data dan komentar pejabat bank sentral di minggu-minggu mendatang.

Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menilai peluang seimbang untuk memangkas 25 basis poin pada pertemuan FOMC 17–18 Maret. Ia menegaskan bahwa jika data tenaga kerja Januari direvisi negatif, posisi pemotongan dapat relevan pada pertemuan berikutnya. Pasar futures menilai peluang pemotongan bulan Maret hampir nol persen.

Isu tarif global dan potensi friksi perdagangan menjadi faktor risiko utama bagi sentimen pasar. Rencana kebijakan baru dapat menambah tekanan pada likuiditas dan memicu pergeseran posisi investor di ekuitas maupun valas. Investor akan mempertimbangkan komentar pejabat bank sentral serta arah kebijakan perdagangan nasional dan internasional.

Selain itu, fokus data ekonomi pekan ini meliputi perubahan pekerjaan ADP swasta untuk empat minggu hingga 7 Februari dan data kepercayaan konsumen Conference Board. Hasilnya akan membentuk gambaran dinamika tenaga kerja dan permintaan konsumen yang pada gilirannya mempengaruhi ekspektasi terhadap laju bunga dan arah pasar.

ADP private employment change untuk empat minggu sampai 7 Februari akan menjadi sorotan berikutnya. Data terakhir menunjukkan penambahan sekitar 10.25 ribu pekerjaan per minggu untuk masa tersebut, sedangkan Januari mencatat kenaikan lebih tinggi pada 22 ribu dan NFP sebesar 172 ribu. Angka ini memberikan gambaran kesehatan tenaga kerja swasta secara menyeluruh.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board untuk Februari diperkirakan rebound menjadi 87.1 setelah Januari turun ke 84.5, level terendah dalam lebih dari satu dekade. Fokus utama adalah pandangan konsumen terhadap pasar tenaga kerja dan prospek ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.

Fokus pasar terhadap angka-angka tersebut adalah untuk memotret bagaimana tenaga kerja dan kepercayaan konsumen mempengaruhi rencana kebijakan moneter. Hasilnya akan membantu membentuk arah dolar, volatilitas, dan sikap investor terhadap risiko di pasar global.

broker terbaik indonesia