Dow Jones Turun 700 Poin Akibat Tariff Global 15%; Novo Nordisk Terseret Uji CagriSema, Nvidia dan Akuisisi Arcellx Jadi Fokus Pasar

Dow Jones Turun 700 Poin Akibat Tariff Global 15%; Novo Nordisk Terseret Uji CagriSema, Nvidia dan Akuisisi Arcellx Jadi Fokus Pasar

trading sekarang

Dow Jones Industrial Average turun sekitar 700 poin, sekitar 1,45 persen, karena rencana administrasi AS untuk mengenakan tarif global 15 persen menambah tanda bahaya bagi likuiditas pasar. Investor menilai bagaimana biaya operasional dan margin perusahaan bisa terpukul jika pengenaan tarif berlanjut. Sentimen juga terbebani oleh kekhawatiran bahwa perubahan kebijakan dapat mengganggu arus perdagangan internasional dan rencananya memperpanjang batas waktu 150 hari.

S&P 500 tergelincir 0,6 persen dan Nasdaq Composite turun 0,7 persen, menandakan pergeseran modal keluar dari aset berisiko. Para pelaku pasar menoleh pada potensi negosiasi ulang dengan mitra dagang utama AS, setelah kerangka tarif yang sebelumnya invalid. Rencana Kongres untuk memperpanjang kebijakan dan langkah penyelidikan Section 301 menambah ketidakpastian jangka pendek.

Tarif 15 persen diberlakukan sementara selama 150 hari, sehingga DPR–Senat perlu bertindak jika rencana itu ingin dipertahankan lebih lama. Pengumuman ini memicu reaksi volatilitas dan pengurangan risiko pada portofolio global. Para analis mencatat dinamika ini bisa memicu pergeseran valuasi saham-saham sensitif siklus dengan fokus pada sektor importir dan perusahaan produksinya.

Novo Nordisk turun hingga sekitar 16 persen setelah uji REDEFINE 4 memperlihatkan CagriSema tidak non-inferior dibanding tirzepatide milik Eli Lilly. Investor menilai posisi perusahaan dalam pasar obesitas sebagai persaingan yang makin ketat. Kemenangan kandidat produk pesaing yang lebih kuat meningkatkan kekhawatiran bahwa inovasi Novo bisa melambat.

Rencana FDA untuk keputusan akhir di akhir 2026 membuat nada optimis berkurang meski evaluasi klinis masih berlangsung. Eli Lilly meningkat sekitar 3 persen setelah pengumuman, memperlebar jurang antara kedua perusahaan di segmen obat obesitas. Novo Nordisk juga mempertahankan argumen bahwa program gabungan GLP-1/amylin bisa tetap menjadi pilihan terdepan jika disetujui.

Gilead Sciences mengumumkan akuisisi Arcellx senilai 7,8 miliar dolar untuk memperkuat portofolio terapi CAR-T di bidang multiple myeloma. Arcellx melompat hampir 80 persen ke level tawaran 115 dolar per saham, dengan hak nilai kontingen 5 dolar per saham terkait target penjualan kumulatif. Transaksi tersebut menjelaskan kecenderungan konsolidasi di sektor bioteknologi dan minat perusahaan besar dalam mengamankan pipeline inovatif.

Prospek Teknologi dan Sentimen Investor

Rotasi investasi yang didorong kecerdasan buatan (AI) terus menekan sektor perangkat lunak dan pembayaran, dengan Oracle dan Palantir turun sekitar 4 persen dan American Express anjlok sekitar 5–7 persen. Kekhawatiran bahwa alat AI seperti asisten pemrograman bisa menggerus margin perangkat lunak menambah tekanan pada sektor terkait. ETF perangkat lunak iShares juga terlihat jatuh sekitar 20 persen secara year-to-date, menandai salah satu pergeseran tren terbesar.

Di sisi pelaku teknologi, Nvidia diperkirakan menjadi sorotan utama minggu ini karena akan merilis laporan pendapatan tengah pekan ini. Analis Goldman Sachs dan Wells Fargo menaikkan target harga saham Nvidia menjelang rilis, menambah ekspektasi bahwa pertumbuhan AI akan menopang pendapatan raksasa chip itu. Pasar berharap laba per saham sekitar 1,53 dolar dan pendapatan sekitar 65,7 miliar dolar untuk kuartal tersebut.

Di bagian logam mulia dan konsumen, harga logam mulia sedikit menguat sementara Bitcoin turun menuju posisi sekitar 65.000 dolar AS. Domino’s Pizza melaporkan hasil kuartal IV yang melampaui ekspektasi pendapatan meski laba per saham sedikit mengecewakan, dan saham perusahaan naik beberapa persen menjelang pekan laporan besar berikutnya. Laporan dan komentar manajemen menunjuk pada dinamika pasar yang penuh tantangan namun tetap menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor berbeda.

broker terbaik indonesia