
Sentimen positif membanjiri lantai perdagangan Wall Street setelah ketegangan antara AS dan Iran mereda. Dow Jones ditutup di 52.182,74, naik 306,63 poin atau 0,59 persen, S&P 500 naik 86,41 poin menjadi 7.440,43, dan Nasdaq Composite menguat 522,53 poin menjadi 25.820,14. Pergerakan ini mencerminkan volatilitas yang lebih tertahan meski ada dinamika geopolitik di belakangnya.
Tim negosiasi dari kedua negara dijadwalkan berada di Doha pekan ini untuk membahas gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz, meskipun Iran menyatakan tidak ada pertemuan yang dijadwalkan karena insiden misil akhir pekan. Kejelasan atas peran internasional ini menjadi faktor pendukung sentimen pasar meskipun ada ketidakpastian teknis.
Para analis juga menyoroti bahwa pasar sedang bersiap menyambut musim laporan keuangan kuartal II yang dimulai setelah pertengahan Juli. Pelaku pasar menilai bahwa fokus utama tetap pada pendapatan perusahaan dan pandangan manajemen terhadap belanja teknologi, bukan hanya perkembangan geopolitik jangka pendek.
Sektor teknologi memimpin rebound dengan Nasdaq Composite melesat sekitar 2,07 persen. Lonjakan ini didorong oleh pergerakan beberapa saham utama dan harapan terhadap kinerja pendapatan yang lebih kuat di kuartal kedua. Pergerakan saham terkait AI dan semikonduktor juga memberi warna pada reli kali ini.
SpaceX menjadi sorotan setelah Nasdaq mengumumkan perusahaan tersebut akan masuk ke indeks Nasdaq 100 mulai 7 Juli 2026, menambah dorongan positif bagi saham terkait teknologi. Pada hari itu SpaceX melonjak sekitar 7,2 persen karena masuknya ke indeks tersebut.
Alphabet melanjutkan penguatan, ditutup naik sekitar 4,8 persen pada hari perdananya sebagai komponen Dow Jones. Sementara itu, sejumlah saham Magnificent Seven tetap berada di pusat perhitungan kinerja indeks teknologi, meski kekhawatiran terkait belanja AI tetap ada di pasar.
Sementara itu, S&P 500 tidak mencatat rekor tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir dan Nasdaq Composite juga tidak membuat rekor tertinggi maupun terendah baru pada hari itu. Dinamika tersebut menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya berada pada tren eksplisit, meski arah umumnya positif.
Volume perdagangan di bursa AS mencapai sekitar 20,15 miliar saham, berada di bawah rata-rata 23,50 miliar saham untuk sesi penuh 20 hari perdagangan terakhir. Kondisi likuiditas ini mencerminkan kehati-hatian di kalangan investor menjelang laporan pendapatan kuartal II.
Secara keseluruhan, sentimen pasar tampak positif dengan fokus pada pendapatan perusahaan dan prospek pendanaan di sektor teknologi. Investor disarankan untuk memonitor pembaruan pendapatan, pandangan manajemen, serta dinamika kebijakan ekonomi menjelang hasil kuartal II yang akan datang, menurut analisis dari Cetro Trading Insight.