Dow Tahan Rebound di Tengah Eskalasi Iran dan Dorongan AI

Dow Tahan Rebound di Tengah Eskalasi Iran dan Dorongan AI

trading sekarang

Dow Jones turun sekitar 0,4 persen dan berada di sekitar 50.800 poin, menandai jeda dari rekor tertinggi pekan lalu di atas 51.100. S&P 500 dan Nasdaq juga mendatar, menunjukkan pelaku pasar tetap waspada meski risiko geopolitik meningkat. Dalam konteks ini, arus investor terlihat mengalir ke nama-nama AI dan chip yang memicu pembelian tepercaya.

Lonjakan minyak mendekati 5 persen akibat eskalasi Iran, menambah tekanan inflasi jangka pendek, namun sektor teknologi tetap menjadi penopang utama. Pembelian besar pada saham AI dan semikonduktor membantu menjaga indeks utama agar tidak tergelincir lebih dalam. Para investor menilai risiko geopolitik sebagai faktor latar belakang yang tidak sepenuhnya menggerakkan pasar ekuitas.

Analisis dari Cetro Trading Insight menunjukkan pola yang konsisten: ketika risiko geopolitik meningkat, arus modal berfokus pada potensi pertumbuhan jangka panjang di segmen AI dan chip, menjaga reli tetap berjalan meski ada gangguan eksternal.

NVIDIA naik sekitar 4–5 persen setelah peluncuran chip laptop AI baru pada Computex di Taipei, memicu aksi beli di saham AI. Peningkatan serupa terlihat pada Microsoft, sementara IBM dan Micron juga melesat lebih dari 5 persen. Pergerakan tersebut menjadi motor utama yang menjaga Nasdaq dari penurunan besar.

Kemudian, Berkshire Hathaway mengumumkan akuisisi tunai senilai sekitar 6,8 miliar dolar untuk pembangun rumah Taylor Morrison, dengan premi sekitar 24 persen terhadap penutupan hari sebelumnya. Langkah itu mengirim sinyal bahwa investor institusional tetap melihat nilai di sektor perumahan AS meskipun biaya pinjaman membengkak dan kebijakan moneter sedang mengarah ke sikap lebih ketat.

Secara umum, arus dolar menguat sekitar 0,3 persen dan imbal hasil obligasi naik, membentuk lanskap risiko yang menambah tekanan pada logam mulia meski pasar ekuitas mencoba menjaga kelangsungan tren. Pasar kini menilai kemungkinan kenaikan suku bunga Fed lebih besar daripada potensi pemotongan pada masa mendatang.

Indikator ISM Manufacturing PMI untuk Mei berada di 54, lebih baik dari konsensus 53 dan menunjukkan aktivitas pabrik yang kokoh. Harga yang dibayar melandai ke 82,1, meski tetap tinggi sehingga narasi inflasi tetap hidup dan menjadi fokus utama dalam menilai kebijakan moneter ke depan.

Kalender data pekan ini semakin padat dengan JOLTS, ADP payrolls, ISM Services, klaim pengangguran, dan Nonfarm Payrolls NFP yang dirilis pada Jumat mendatang. Pasar secara khusus menanti angka pekerjaan sekitar 85 ribu, sambil mengamati bagaimana gerak upah mempengaruhi tekanan inflasi.

Secara keseluruhan, dinamika ini menambah beban pada pasar yang sudah dekat level tertinggi sepanjang masa. Ketergantungan pada harga minyak yang tinggi mempertahankan narasi inflasi, sementara pola kebijakan bank sentral yang lebih hawkish menambah volatilitas pada pasar obligasi dan nilai tukar. Investor akan terus memantau paparan data terbaru untuk menilai arah langkah kebijakan berikutnya.

banner footer