DXY Menguat, EURUSD Tertekan: Analisa Pasar Forex Hari Ini

DXY Menguat, EURUSD Tertekan: Analisa Pasar Forex Hari Ini

Signal EUR/USDSELL
Open1.160
TP1.156
SL1.162
trading sekarang

Indeks DXY bergerak lebih kuat mendekati wilayah 99.50 setelah rilis data ISM Services PMI AS yang lebih baik dari perkiraan. PMI naik menjadi 54.5 di Mei dibandingkan 53.6 di April, menandakan daya tahan ekonomi AS dan turut mendukung imbal hasil obligasi pemerintah. Pergerakan ini memberi ruang bagi dolar untuk mempertahankan daya tariknya di pasar sepanjang sesi Asia hingga Eropa.

Rilis PMI tersebut mendorong harapan bahwa aktivitas sektor jasa tetap solid meski tekanan inflasi masih ada. Imbasnya terlihat pada pengetatan nilai DXY yang tetap berada di level tertinggi dalam beberapa minggu terakhir, dengan sentimen pasar memperhatikan dinamika yield. Pada perdagangan kemarin, DXY menyentuh kisaran 99.55, level yang menandai pengujian ulang kisaran sebelumnya.

Penguatan dolar cenderung membatasi minat terhadap aset berisiko dalam jangka pendek dan menambah tekanan bagi pasangan mata uang utama yang sensitif terhadap dolar. Pelaku pasar juga menimbang data dan kebijakan lain sebagai konteks arah pergerakan minggu ini. Secara umum gambaran ini menempatkan fokus pada bagaimana data AS akan membentuk sentimen global terhadap dolar.

EURUSD berada di bawah tekanan, bergerak mendekati area 1.1600 sebagai dampak kuatnya kekuatan dolar AS terhadap mata uang zona euro. Rilis data AS yang lebih solid memicu kekhawatiran bahwa perbedaan kebijakan antara Federal Reserve dan bank-bank mitra akan mempengaruhi arah pasangan utama ini. Secara teknikal, tekanan jual terus muncul pada wilayah tersebut.

GBPUSD juga melemah sekitar 1.3420 karena dorongan dolar yang lebih kuat membatasi pergerakan sterling. Investor menimbang rilis data ekonomi Inggris dan faktor fiskal yang lebih luas sebagai penentu arah jangka menengah. Secara teknikal, gerak harga menunjukkan peluang koreksi lebih lanjut jika dinamika dolar tetap kuat.

USDJPY berada di sekitar 160.00, didukung data ekonomi AS yang lebih kuat. Bank of Japan juga menegaskan bahwa kebijakan perlu dipertimbangkan secara hati-hati antara pro dan kontra jika inflasi berisiko lebih tinggi daripada pertumbuhan. Ketidakpastian kebijakan BoJ menambah volatilitas pada pasangan yen di level 160.

AUDUSD turun menuju level terendah satu minggu di sekitar 0.7130 karena data AS yang lebih kuat mengangkat dolar dan membatasi permintaan terhadap mata uang yang sensitif terhadap risiko. Pergerakan ini menambah tekanan pada peluang spekulasi di pasar aset berisiko dan meningkatkan fokus pada dinamika pertumbuhan global. Pelaku pasar mengamati bagaimana perubahan kondisi likuiditas akan mempengaruhi pasangan aussie dalam beberapa sesi ke depan.

Harga emas mengalami penurunan sekitar 1% menuju area 4,440 dolar per ons karena imbal hasil obligasi AS lebih tinggi dan ekspektasi dolar yang menguat mengurangi minat terhadap logam mulia. Ketika yield meningkat, permintaan terhadap aset berharga cenderung melemah dalam jangka pendek. Secara teknikal, tekanan jual didorong oleh faktor fundamental yang saling berinteraksi.

WTI naik hampir 3% kembali ke sekitar 96.00 dolar per barel, karena pelaku pasar menimbang proyeksi permintaan global yang tetap solid meski ada kekhawatiran soal pasokan. Proyeksi pertumbuhan dan dinamika supply mempengaruhi harga energi serta ekspektasi inflasi. Pergerakan harga minyak ini berpotensi mempengaruhi kebijakan moneter di beberapa negara ke depan.

Sumber: Cetro Trading Insight

banner footer