
Indeks dolar AS (DXY) bergerak lebih tinggi pada pembukaan sesi Eropa, sekitar 99.80. Pergerakan ini mencerminkan permintaan terhadap dolar di tengah volatilitas pasar. Ketegangan militer di wilayah Timur Tengah meningkatkan preferensi terhadap aset safe-haven dan dukungan terhadap USD.
Laporan menunjukkan bahwa pasukan Amerika Serikat menembak jatuh dua drone Iran yang menargetkan kapal dagang dekat Selat Hormuz. Perkembangan ini menambah risiko geopolitik bagi jalur perdagangan utama. Meski ada upaya damai, sentimen pasar tetap rapuh, mendorong dolar bergerak lebih kuat.
Data inflasi yang lebih kuat juga menambah tekanan bagi kebijakan bank sentral. PPI May melonjak 6.5% YoY, lebih tinggi dari perkiraan, dan naik 1.1% secara bulanan. Analisis awal menilai bahwa angka tersebut memperkuat narasi 'higher for longer' pada jalur suku bunga Federal Reserve.
PPI May 6.5% YoY adalah level tertinggi sejak November 2022, sementara kenaikan bulanan 1.1% melampaui ekspektasi pasar. Angka-angka ini menambah tekanan pada tingkat inflasi inti dan memperkuat argumen untuk menjaga kebijakan suku bunga tetap tinggi.
Komentar John Ryding, kepala penasihat ekonomi Brean Capital, menyoroti bahwa Fed tampak jauh dari target inflasi. Ia menilai data PPI yang panas bisa mengangkat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada sisa tahun ini.
Pelaku pasar juga menimbang dinamika geopolitik, termasuk perkembangan diplomatik saat ini. Meski ada signal dari pernyataan beberapa pejabat, analisis menyimpulkan bahwa ada peluang bagi ketegangan Timur Tengah untuk membentuk volatilitas yang bisa memengaruhi arah dolar.
Dengan fokus pada dolar, trader cenderung mengakumulasi posisi long pada indeks DXY ketika risk-off meningkat dan data inflasi menguat. Level saat ini berada di sekitar 99.8, dengan potensi arah menuju 101.0 jika momentum bertahan.
Rasio risiko-untung sebaiknya dipertahankan minimal 1:1.5. Contoh skema: stop loss di 99.0 dan target profit di 101.0, dengan open 99.8.
Untuk manajemen risiko, awasi rilis data berikutnya seperti survei sentimen konsumen Michigan dan komentar pejabat Fed. Tetap waspada terhadap progres diplomatik yang bisa mengubah sentimen pasar secara signifikan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.