Carsten Brzeski, Global Head of Macro di ING, berpendapat bahwa ECB akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 19 Maret. Ia juga menilai nada kebijakan akan makin hawkish meski pembahasan penurunan suku bunga tidak akan dilakukan. Perang di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak membangkitkan ingatan terhadap guncangan energi pada 2022, sehingga pasar menahan diri dari ekspektasi pelonggaran kebijakan.
ECB diperkirakan menahan pembicaraan soal penurunan suku bunga dan lebih fokus pada risiko inflasi serta harapan pasar. Dengan demikian, euro yang kuat mungkin tidak lagi mendorong revisi proyeksi inflasi ECB dalam jangka panjang, sehingga debat tentang defisi inflasi undershooting tidak menjadi fokus kredibilitas kebijakan.
Walau ada tekanan harga energi, ECB dapat mengandalkan kata-kata kebijakan untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendal i. Contohnya, pernyataan siap bertindak, pemantauan situasi secara ketat, dan tidak menahan dari tindakan preventif bisa menjadi hasil utama. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Harga minyak yang lebih tinggi pasca konflik di Timur Tengah memperbaharui pentingnya aset energi dalam penilaian ECB. Proyeksi dari putaran forecast sebelumnya bisa cepat usang karena dinamika harga energi berubah secara signifikan. Pasar juga menilai bahwa ECB akan mempertimbangkan skenario harga minyak yang berbeda untuk menilai dampak terhadap pertumbuhan dan inflasi.
ECB menempatkan ketahanan pada asumsi harga minyak dalam rentang skenario dan menyadari bahwa pergerakan pasar energi bisa mengganggu proyeksi. Ketidakpastian ini membuat bank sentral lebih mengandalkan komunikasi hawkish untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap pada jalurnya, meski jalur suku bunga belum diubah.
Dalam skenario terburuk, gangguan berlanjut di Selat Hormuz, dengan harga minyak di atas 100 dolar per barel untuk bulan-bulan mendatang, ECB bisa dipaksa menaikkan suku bunga secara simbolis untuk mencegah second-round effects pada upah dan harga. Relevansi bagi investor adalah bahwa kebijakan komunikasi akan menjadi alat utama untuk menahan volatilitas harga dan menjaga kredibilitas bank sentral.
Untuk pasangan EURUSD, rilis berita menunjukkan bahwa perubahan kebijakan hawkish bisa memicu penguatan euro jika ekspektasi inflasi tetap terjaga. Namun, tanpa konfirmasi konkret tentang perubahan suku bunga, pergerakan signifikan masih bergantung pada komentar pejabat ECB dan perkembangan geopolitik.
Investor perlu menyadari bahwa tidak ada sinyal perdagangan spesifik dalam artikel ini; volatilitas bisa meningkat karena ketidakpastian geopolitik dan jalur kebijakan. Oleh karena itu fokus pada risiko dan manajemen posisi menjadi kunci, alih-alih mencari sinyal beli atau jual sekarang.
Sebagai penutup, Cetro Trading Insight menyoroti perlunya konfirmasi dari data inflasi berikutnya dan pernyataan resmi ECB sebelum membuka posisi. Penelitian menekankan prinsip analisis berimbang, menjaga alokasi risiko, dan memahami bahwa pergerakan EURUSD sangat bergantung pada dinamika minyak, politik regional, dan ekspektasi kebijakan.