Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight.
Bob Savage, Kepala Strategi Makro Pasar di lembaga keuangan terkemuka, menyoroti bahwa data zona euro dan komentar ECB menambah tekanan pada euro. Proyeksi pertumbuhan tertekan karena dampak perang di Iran dan gangguan energi, meningkatkan risiko penurunan mata uang tersebut. Sentimen pasar juga terpengaruh oleh ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.
Para pejabat ECB, termasuk Dimitar Radev dan Pierre Wunsch, memperingatkan bahwa prospek zona euro bisa memburuk lebih dari perkiraan. Mereka menilai bahwa kenaikan suku bunga bisa dimulai sejak April jika efek inflasi berputar ke upah dan margin. Ketidakpastian ini menambah beban pada pemulihan inflasi di tengah ketidakjelasan pasokan energi.
Energi mahal dan sentimen pasar yang lemah memperkuat risiko terhadap euro. Radev menekankan bahwa jika kejutan energi mempengaruhi upah, margin, dan ekspektasi inflasi, biaya tindakan terlampau lama menjadi lebih tinggi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan pada pertemuan April bergantung pada data yang tersedia dan masih terlalu dini untuk menentukan arah kebijakan.
Pierre Wunsch menilai ECB mungkin perlu mulai menaikkan suku bunga secepatnya pada April dan bisa melanjutkan pengetatan jika kejutan energi berlanjut. Ia menyoroti meningkatnya risiko efek putaran kedua, dengan harga energi yang tinggi berpotensi mendorong upah dan inflasi secara luas. Inflasi telah naik menjadi 2,5% pada Maret dan berpotensi naik lagi.
Peningkatan risiko terkait dampak energi terhadap inflasi inti menambah tekanan bagi kebijakan yang lebih agresif. Kondisi ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menjaga respons kebijakan tetap terukur namun tegas guna menahan tekanan harga yang membentuk ekspektasi inflasi.
Keputusan kebijakan di masa mendatang sangat bergantung pada data dan lamanya krisis energi. Investor perlu memantau dinamika inflasi, durasi gangguan energi, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi jalur suku bunga. Meskipun ECB tidak secara langsung mengendalikan harga energi, kebijakan akan disesuaikan dengan data dan dampak eskalasi krisis terhadap inflasi.