ECB Diperkirakan Naik Suku Bunga pada September meski Harga Minyak Turun; Inflasi Diperkiraksi Stabil di Sekitar 3%

ECB Diperkirakan Naik Suku Bunga pada September meski Harga Minyak Turun; Inflasi Diperkiraksi Stabil di Sekitar 3%

trading sekarang

Para analis Commerzbank mencatat bahwa meskipun harga minyak dan gas turun, pejabat ECB tetap memberi sinyal bahwa satu kenaikan suku bunga lagi bisa terjadi, dengan fokus pada September. Mereka menambahkan bahwa model kuantitatif mereka melihat inflasi zona euro berada di sekitar 3% hingga akhir tahun. Dalam skenario ini, imbal hasil Bund 10-tahun diperkirakan turun ketika ketegangan di Teluk Persia mereda serta pemangkasan suku bunga oleh ECB dan Fed mulai terlihat lebih mungkin pada pertengahan 2027.

Poin kunci dari analisis adalah bahwa laju inflasi tidak mudah turun meskipun harga energi turun. Meskipun harga minyak dan gas menurun, perusahaan diperkirakan akan meneruskan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen, menjaga tekanan inflasi tetap ada. Hal ini memberi dukungan pada jalur kebijakan yang relatif ketat dan memperkuat kemungkinan langkah-langkah pengetatan lanjutan jika diperlukan.

10-tahun Bund diharapkan turun kembali setelah ketegangan di Teluk Persia mereda, meskipun penurunan tersebut mungkin dibatasi oleh tingginya kebutuhan pembiayaan nasional. Ekspektasi pemotongan suku bunga ECB dan Fed baru bisa menjadi lebih nyata mulai pertengahan 2027, meskipun dinamika fiskal tetap menjadi risiko. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight dengan bantuan alat AI dan telah direview oleh editor.

Di ranah kebijakan dan pasar mata uang, ekspektasi bahwa ECB akan menaikkan suku bunga pada September bisa memberikan arah bagi pergerakan euro terhadap dolar. Investor menimbang bahwa aksi hawkish bisa mengakselerasi penguatan EUR dalam jangka pendek, meskipun gambaran kebijakan jangka panjang masih bergantung pada perkembangan inflasi dan pertumbuhan. Ketidakpastian geopolitik juga menjadi faktor penentu, sehingga analis menekankan pentingnya memantau rilis data ekonomi selanjutnya.

Di sisi inflasi, tekanan biaya input dan biaya produksi tetap menjadi fokus utama kebijakan moneter zona euro. Meskipun harga energi turun, inflasi inti bisa bertahan di level yang tidak ramah bagi pemulihan, sehingga ECB perlu menjaga kebijakan yang restriktif untuk mencegah overheating. Pasar obligasi juga merespons dengan penilaian bahwa jalur bunga ke depan bisa lebih berhati-hati seiring waktu.

Laporan ini menegaskan bahwa tidak ada sinyal trading spesifik untuk instrumen mana pun dalam analisis ini. Pembaca didorong untuk menginterpretasikan data sesuai dengan profil risiko masing-masing. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.

banner footer