
Pasar valuta asing tengah menilai dampak volatilitas terhadap kebijakan moneter global. Bessent menekankan bahwa volatilitas berlebih di pasar FX adalah hal yang perlu dikendalikan. Sementara itu, yen menguat terhadap dolar AS setelah pernyataan tersebut, dan EURJPY turun sekitar 0,18% pada Selasa. Pada saat penulisan, pasangan ini diperdagangkan sekitar 184,93 setelah sempat mencapai 185,46. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight untuk memberikan konteks bagi pembaca mengenai dinamika hari ini.
Pertemuan antara Bessent dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen Tokyo untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bessent menyatakan bahwa fondamental ekonomi Jepang kuat dan resilien, dan potensi pelebaran kurs akan mencerminkan kepastian tersebut. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menekankan kerja sama yang berkelanjutan untuk menekan volatilitas FX. Hal-hal ini memperkuat narasi bahwa kebijakan moneter dapat mempengaruhi arah yen secara signifikan.
Di Eropa, tekanan inflasi meningkat dengan Jerman mencatat HICP 2,9% YoY pada April. Data lain menunjukkan perbaikan sentimen ekonomi Jerman menurut ZEW yang lebih baik dari perkiraan, meski tetap berada dalam wilayah negatif. Pasar kini memposisikan peluang kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada pertemuan 11 Juni, dengan proyeksi depo rate berakhir pada 2,75% untuk tahun ini. Menurut Prime Terminal, peluang kenaikan 25bp pada Juni mencapai sekitar 92%, mendukung narasi bahwa ECB tetap pada jalur pengetatan kebijakan.
Secara teknikal, EURJPY diperdagangkan di sekitar 184,93 dan tetap bertahan di atas cluster SMA sekitar 184,80 serta dua garis tren naik di 184,19 dan 183,85. Struktur ini mencerminkan tren bullish yang lebih luas tetap utuh meski ada fase konsolidasi singkat. RSI (14) berada di sekitar 48, memberikan sinyal momentum netral dan menunjukkan pasar sedang menunggu konfirmasi arah berikutnya.
Downside akan terdukung oleh 184,80, sementara 184,19 dan 183,85 berfungsi sebagai buffer jika tekanan jual kembali muncul. Dengan demikian, penurunan dianggap sebagai bagian dari koreksi dalam pola bullish yang sedang terbentuk, selama tidak menembus dukungan utama secara jelas. Pasar tampak menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar.
Kesimpulan analisis dari Cetro Trading Insight adalah bahwa bias jangka menengah EURJPY tetap bullish selama harga menjaga dukungan utama. Jika harga berhasil menembus ke atas dengan konfirmasi teknikal dan volume, target kenaikan bisa mendekati 186,00 atau lebih tinggi. Namun volatilitas tetap ada karena data inflasi Eropa dan pernyataan bank sentral yang berpotensi mengubah sentimen pasar secara tiba-tiba.