Analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight berdasarkan pandangan para analis pasar tentang pergerakan mata uang euro terhadap dolar. Menurut seorang analis strategi di Commerzbank, ekspektasi terhadap kebijakan ECB kini mendominasi perdagangan global. Forward pricing telah sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pertama pada bulan September, dengan probabilitas kenaikan kedua sekitar 50% hingga akhir tahun. Pasar juga menilai risiko kebijakan yang berjalan dekat dengan batasan kapasititas pengetatan, sehingga volatilitas bisa meningkat menjelang pertemuan kebijakan berikutnya.
Para pelaku pasar menilai arah kebijakan ECB akan menjadi pendorong utama volatilitas. Mereka melihat harga terkait suku bunga telah menyesuaikan diri dengan ekspektasi kenaikan pertama pada September. Pasar juga mengakui bahwa opsi kenaikan kedua tetap ada hingga akhir tahun, meskipun probabilitasnya tidak dominan. Sentimen ini menandai transisi dari spekulasi murni menjadi harga yang lebih terkalibrasi terhadap data inflasi dan pertumbuhan.
Dalam konteks ini, para pengamat menantikan pernyataan pers presiden ECB, Christine Lagarde, yang diharapkan akan menyampaikan nada agak hawkish untuk menahan ekspektasi inflasi jangka panjang. Meski demikian, banyak analis meragukan bahwa ECB benar-benar akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Risiko kebijakan terhadap jangka menengah tetap tergantung pada jalannya data inflasi, dinamika pertumbuhan, dan bagaimana ECB menjalankan langkah-langkah pengetatan secara bertahap.
Dinamika forward pricing yang terbatas pada pengetatan lanjut menambah pijakan volatilitas pada pasangan EURUSD. Jika Lagarde menjaga nada hawkish namun menyiratkan bahwa kenaikan lebih lanjut belum pasti, pasangan EURUSD bisa bergerak sideways dengan potensi pergerakan intraday yang besar menjelang rilis data dan konferensi pers. Pelaku pasar akan memantau komentar pada konferensi pers untuk menangkap isyarat kebijakan mana yang paling relevan dalam jangka pendek menengah.
Secara teknis, harga forward mencerminkan bahwa langkah-langkah kebijakan yang lebih tegas tidak lagi menjadi konsensus kuat, meski peluang untuk kenaikan masih ada. Pasar telah menilai bahwa langkah-langkah lanjutan akan dilakukan secara bertahap dan tergantung pada inflasi serta dinamika pertumbuhan. Akibatnya, level support dan resistance EURUSD bisa berubah-ubah, menantang trader yang berharap pola arah jelas dalam waktu dekat.
Secara umum, analisis dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa nada hawkish Lagarde dimaksudkan untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. Realita kebijakan ECB tetap bergantung pada data inflasi, perdagangan, dan penarikan likuiditas. Pasar akan terus memantau penanda kebijakan, waktu implementasi, serta respons terhadap data ekonomi untuk membentuk pandangan arah pasangan EURUSD ke depan.