Inflasi akibat perang dan lonjakan harga energi diproyeksikan berada di atas 3 persen hingga musim panas, lalu melandai. Dalam simulasi makroekonomi kami, pertumbuhan eurozone pada 2026 dipangkas sekitar 0,4 poin persentase karena konflik di Timur Tengah. Hal ini menambah tekanan pada kebijakan moneter ECB, meskipan jalur pengetatan tetap berhati-hati.
Tren inflasi tetap menjadi komponen kunci dalam kebijakan suku bunga ECB. Model inflasi kami menunjukkan inflasi bisa sedikit melewati 3 persen pada puncak musim panas sebelum kembali turun. Berdasarkan skenario utama, keputusan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 30 April menjadi kemungkinan yang layak dipertimbangkan.
Jika sejumlah anggota Dewan Gubernur yang lebih dovish mendorong penundaan kenaikan di April, sinyal kenaikan untuk pertemuan berikutnya tetap mungkin. Namun, diperkirakan tidak akan ada lebih dari satu kenaikan karena harga minyak diperkirakan turun setelah konflik berakhir, sehingga langkah yang terlalu agresif bisa dihindari.
Pertumbuhan eurozone pada 2026 ditekan lagi oleh perang di Timur Tengah; proyeksi turun sekitar 0,4 poin persentase dibandingkan skenario baseline. Meskipun ekonomi mengakhiri 2025 dengan kinerja lebih baik, proyeksi 2026 turun dari sekitar 0,9% menjadi 0,6%.
Ekonomi diperkirakan tetap berada di bawah kapasitas output sekitar 1%, menunjukkan bahwa fase pemulihan belum mencapai potensi penuh. Kondisi ini menambah risiko bagi momentum eurozone meskipun ada beberapa perbaikan pada akhir 2025.
Peran harga minyak tetap menjadi variabel kunci; jika konflik berakhir dan minyak melemah, jalur inflasi bisa lebih lunak dan ruang bagi ECB untuk menyesuaikan jalur kebijakan menjadi lebih fleksibel. Ketidakpastian geopolitik memperkuat tantangan dalam menilai seberapa agresif ECB akan bergerak ke depan.
Pasar futures tampaknya mencerminkan hampir tiga kali kenaikan sepanjang tahun ini, tetapi analisis lebih lanjut menunjukkan skenario itu tidak realistis. Dalam konteks baseline, peluang untuk lebih dari satu kenaikan diperkirakan rendah karena tekanan energi yang mungkin mereda pasca perang dan dinamika inflasi yang menurun.
Bagi trader, fokus utama adalah arah inflasi dan sinyal kebijakan ECB. Pasar tampak menilai tiga kenaikan, yang menurut analisis kami bisa terlalu agresif jika dinamika energi membaik. Arah kurva imbal hasil akan sangat dipengaruhi oleh keluarnya data inflasi terbaru dan respons ECB terhadap risiko geopolitik.
Analisis dari Cetro Trading Insight menekankan pentingnya pendekatan berbasis data makro dan manajemen risiko. Karena sinyal yang disajikan dalam artikel ini tidak jelas untuk instrumen tertentu, rekomendasi trading saat ini adalah menjaga posisi netral pada EURUSD dan fokus pada konfirmasi data baru serta manajemen risiko yang ketat.