Kepala Ekonom ECB, Philip Lane, memperingatkan bahwa tekanan inflasi di zona euro bisa membesar dalam dua bulan ke depan. Pernyataannya disampaikan saat konferensi ECB dan Watchers di Goethe University, Frankfurt, pada hari Rabu. Lane menegaskan bahwa setiap rapat akan menilai skenario inflasi yang mungkin terjadi untuk menimbang keputusan kebijakan.
Ekspektasi inflasi memiliki pengaruh besar pada fase awal kebijakan, sebelum akhirnya menurun secara bertahap. Hal ini berarti proyeksi pasar menjadi sangat sensitif terhadap kejutan harga di periode awal kebijakan fiskal. Analisis seperti ini menekankan pentingnya mengikuti perubahan ekspektasi untuk menilai arah kebijakan dan dampaknya terhadap mata uang.
Pasar diperkirakan akan kuat menyerap beberapa data besar di Maret dan April, lalu kembali ke pola normal. Dinamika pasar saat ini menunjukkan potensi loncatan level harga jika data menekan ekspektasi inflasi. Analisis ini menekankan risiko pergerakan volatil pada pasangan mata uang utama ketika kejutan data muncul.
Penurunan besar dalam kepercayaan konsumen menambah kekhawatiran atas permintaan domestik. Data tersebut menambah tekanan pada sektor ritel dan layanan, terutama jika tren belanja rumah tangga melemah. Pelaku pasar menilai bagaimana inflasi tinggi mempengaruhi perilaku belanja konsumen.
PMI menunjukkan penurunan yang mengindikasikan perlambatan aktivitas di sektor manufaktur dan jasa. Pembacaan ini menambah ketidakpastian mengenai jalur pemulihan zona euro. Investor juga menimbang bagaimana data ini akan mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter bank sentral.
Ekspektasi inflasi memiliki dampak signifikan pada tahun pertama, namun dampaknya berkurang pada tahun kedua dan seterusnya. Kondisi ini berarti kunci untuk skenario kebijakan terletak pada bagaimana ekspektasi harga berubah di kuartal awal. Meningkatnya ekspektasi akan menambah tekanan pada pasar obligasi maupun mata uang. Kebijakan ECB kemungkinan harus tetap adaptif untuk menahan lonjakan inflasi awal.
EUR/USD bergerak menyamping sekitar 1.1600 meskipun ada peringatan inflasi yang tinggi dari Lane. Kondisi ini menunjukkan pasar menilai bahwa durasi kebijakan belum berubah meski tekanan inflasi membesar. Pergerakan di sekitar level 1.1600 menahan peluang breakout jangka pendek.
Pasar menanti pembacaan data penting pada Maret dan April, sebelum kembali ke jalur normal. Rilis data besar diperkirakan memicu volatilitas singkat. Setelahnya, volatilitas cenderung mereda jika data menunjukkan jalur stabil.
Memahami ekspektasi harga jual menjadi kunci bagi investor. Indikator harga jual membantu menilai tekanan pada inflasi yang berdampak pada nilai tukar. Indikator upah yang dinegosiasikan juga berfungsi sebagai petunjuk awal bagi pergerakan kebijakan. Secara teknis, pergerakan EURUSD akan sangat dipengaruhi realisasi data tenaga kerja dan harga.