Pasar modal Indonesia kembali bergeliat dengan kabar penting dari sektor energi. PT Eco Energi Perkasa resmi menambah kepemilikannya di PT Abadi Nusantara Hijau Tbk (PACK) melalui pembelian 4,5 miliar saham. Transaksi ini disampaikan dalam laporan pada 19 Februari 2026 dan menandai momentum berkelanjutan bagi para pemain energi terbarukan di bursa. Dengan langkah ini, Eco Energi menegaskan posisinya sebagai pemegang saham besar yang berpotensi mempengaruhi arah perusahaan.
Transaksi ini didampingi oleh BCA Sekuritas, menurut laporan tersebut. Setelah akumulasi ini, total kepemilikan Eco Energi di PACK meningkat signifikan menjadi 7,15 miliar lembar saham, setara 50,77 persen dari total saham beredar. Perubahan ini menjadikan Eco Energi sebagai pemegang kendali atas perusahaan yang sebelumnya didominasi publik.
Nilai pembelian tidak diungkapkan secara rinci, namun jika mengacu pada harga penutupan PACK pada 19 Februari 2026 di level Rp218 per saham, maka nilai transaksi atas 4,5 miliar saham tersebut diperkirakan sekitar Rp981 miliar. Berdasarkan data kepemilikan per 31 Januari 2026, struktur pemegang saham PACK terdiri atas Eco Energi Perkasa 13,32 persen, PO Susanto 6,65 persen, dan publik 80,03 persen. Dengan transaksi ini, Eco Energi tampaknya berada pada posisi sebagai pemegang saham pengendali.
Dengan peningkatan kepemilikan menjadi sekitar 50,77%, Eco Energi kini menjadi pemegang saham pengendali, memberikan potensi perubahan pada dinamika tata kelola PACK. Ke depannya, aliran modal dan arah investasi perusahaan bisa mengalami penyesuaian sesuai prioritas pemegang kendali. Meski demikian, perubahan besar dalam struktur pengendalian seringkali memerlukan langkah lanjutan dari dewan komisaris dan pemangku kepentingan lainnya.
Kendali semacam ini secara umum mempengaruhi keputusan operasional, termasuk alokasi sumber daya untuk proyek-proyek energi terbarukan, dan kebijakan terkait ekspansi bisnis. Minoritas tetap menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan kepentingan pemegang saham. Informasi rinci mengenai tujuan strategis aksi akumulasi saham belum diungkap dalam laporan publik.
Harga pembelian dan tujuan transaksi belum dirilis secara rinci, sehingga investor dan analis perlu menunggu pernyataan resmi perusahaan untuk konteks lebih lanjut. Analisis ini berdasarkan data publik yang tersedia hingga saat ini dan tidak merupakan rekomendasi perdagangan.
Bagi investor ritel, perubahan kepemilikan signifikan seperti ini bisa mempengaruhi likuiditas saham PACK serta dinamika volatilitas di pasar, terutama jika dikaitkan dengan rencana integrasi usaha Eco Energi dengan PACK. Investor disarankan memantau pengumuman resmi perusahaan untuk memahami dampak jangka menengah dan panjang terhadap kinerja keuangan serta tata kelola perusahaan.
Dalam analisis Cetro Trading Insight, perubahan kendali sering menjadi sinyal untuk melakukan evaluasi ulang terhadap profil risiko dan potensi imbal hasil. Namun, karena informasi pembelian tidak penuh dan tujuan strategis belum diungkap, rekomendasi trading untuk PACK saat ini belum dapat disampaikan secara tegas. Investor disarankan berhati-hati dan mengikuti publikasi resmi perusahaan.
Kesimpulannya, aksi akumulasi 4,5 miliar saham oleh Eco Energi Perkasa berpotensi mengubah arah PACK dalam jangka menengah, namun sinyal trading untuk instrumen ini saat ini dinyatakan sebagai no. Publik dapat menantikan keterangan lebih lanjut dari pihak manajemen serta rilis laporan keuangan berikutnya.