Emas Dalam Tekanan Sementara: Kombinasi Optimisme Pendanaan, USD Menguat, dan Risiko Kebijakan Moneter

Emas Dalam Tekanan Sementara: Kombinasi Optimisme Pendanaan, USD Menguat, dan Risiko Kebijakan Moneter

trading sekarang

Emas mengalami tekanan pada hari Jumat akibat berita penting mengenai kesepakatan pendanaan pemerintah AS untuk menghindari penutupan fasilitas publik. Perjanjian ini mengubah arah sentimen pasar dan meningkatkan volatilitas di kalangan investor. Para pedagang mencoba menilai bagaimana konteks politik dapat mempengaruhi permintaan terhadap logam kuning. Secara umum, dinamika politik yang sedang berlangsung turut membentuk arah arus modal menuju aset safe-haven dan memicu pergeseran kecil di pasar logam mulia.

Dolar AS mencoba mendapatkan kekuatan lagi, dan hal itu memicu penjualan emas untuk mengambil keuntungan. Meski begitu, risiko terhadap independensi The Fed serta prospek suku bunga yang lebih rendah tetap menjadi faktor pendukung bagi emas secara relatif. Ketegangan perdagangan dan risiko geopolitik juga menambah ketertarikan terhadap emas sebagai perlindungan nilai di tengah ketidakpastian global. Para investor tetap waspada terhadap sinyal kebijakan moneter yang dapat membatasi atau mendorong pergerakan bullion di masa depan.

Secara umum, para pelaku pasar cenderung berhati-hati terhadap puncak harga emas, karena adanya ketidakpastian kebijakan moneter di masa depan dan dinamika hubungan luar negeri yang dapat mempengaruhi aliran dana ke emas sebagai pelindung nilai. Sentimen pasar saat ini cenderung dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang saling bertolak belakang, sehingga diperlukan konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum menyatakan tren jelas.

Secara teknikal, MACD berada di bawah garis sinyal dan berada di zona negatif, menandakan tekanan jual yang meningkat. Indikator RSI berada di sekitar 50, menunjukkan momentum yang seimbang dan tidak terlalu oversold maupun overbought. Grafik 4 jam mengindikasikan bahwa emas sedang menghadapi tantangan di sekitar level support utama, sehingga risiko penarikan lebih lanjut tetap ada jika harga gagal mempertahankan posisi tersebut.

Garis tren yang naik berasal dari kisaran 4.526,24 USD dan membentuk kerangka kenaikan yang mendasari struktur harga saat ini. Sementara itu, level support utama terlihat di sekitar 5.174,74 USD; jika harga mampu menahan bounce dari area ini, peluang pemulihan bisa kembali muncul. Namun seandainya penjual menembus dukungan tersebut, fokus akan bergeser pada potensi retracement yang lebih dalam dan dinamika teknis berikutnya.

Rentang teknis menunjukkan retracement 38,2% berada di sekitar 5.085,05 USD dan retracement 50% di sekitar 4.927,77 USD. Jika harga menembus garis tren naik, fokus akan diarahkan ke retracement 38,2% dengan potensi target di sekitar 5.279,64 USD jika momentum pemulihan terjaga. Karena MACD melemah dan RSI netral, pergerakan ke atas memerlukan peningkatan momentum untuk menembus hambatan sekitar level teknis kunci.

Di sisi fundamental, optimisme mengenai kesepakatan pendanaan pemerintah AS menekan permintaan emas karena dolar mendapatkan dorongan moderat. Namun risiko terhadap independensi The Fed dan prospek suku bunga yang lebih rendah membatasi potensi apresiasi USD secara signifikan dan bisa memberi dukungan bagi emas non‑berimbal hasil. Sentimen geopolitik dan dinamika perdagangan juga berperan dalam menjaga volatilitas emas sebagai aset lindung nilai.

Ancaman tarif perdagangan dan pernyataan mengenai kebijakan moneter dari pemerintahan juga menimbulkan ketidakpastian di pasar. Investor memperhatikan kemungkinan perubahan komposisi kepemimpinan Federal Reserve yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga dan arah dolar. Kondisi ini menambah daya tarik emas sebagai pelindung risiko meski lingkungan risiko menurun dan faktor geopolitik terus berkembang.

Secara geopolitik, peningkatan aktivitas militer di Timur Tengah dan upaya negosiasi damai Ukraina-R Rusia tetap membentuk suasana risiko global. Pasar menantikan rilis Indeks Harga Produsen (PPI) AS dan komentar dari anggota FOMC untuk mengukur arah kebijakan dan permintaan dolar. Dalam skenario ini, emas mungkin memerlukan konfirmasi melalui breaking level teknis tertentu untuk memperkuat arah pergerakannya, baik ke bawah maupun ke atas, tergantung pada momentum risiko yang ada.

broker terbaik indonesia