
Harga emas (XAUUSD) terpantau bergerak menguat mendekati level $4,415 pada sesi awal perdagangan Asia di hari Selasa. Kenaikan logam mulia ini didorong oleh memudarnya ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS. Data tenaga kerja serta inflasi yang melambat menjadi katalis utama pelemahan tekanan terhadap aset safe haven ini.
Para pelaku pasar kini mengalihkan fokus mereka pada perkembangan terbaru di Timur Tengah yang berpotensi memicu ketidakpastian baru. Laporan menunjukkan bahwa prospek perdamaian antara AS dan Iran kembali meredup setelah pernyataan terbaru dari pihak Washington. Kondisi ini membuat para investor cenderung menahan aset mereka dalam bentuk komoditas pelindung nilai guna mengantisipasi volatilitas pasar.
Tim analis dari Cetro Trading Insight menilai bahwa kombinasi dari sentimen makroekonomi AS dan tensi geopolitik global saat ini masih memberikan landasan kuat bagi pergerakan positif emas. Kelemahan pada indeks Dolar AS secara langsung memberikan keuntungan bagi pembeli dengan mata uang non-USD. Pasar akan terus mencermati rilis data ekonomi penting berikutnya untuk mengonfirmasi arah pergerakan harga.
Penurunan tak terduga pada data Nonfarm Payrolls (NFP) AS periode Juli, ditambah dengan data inflasi konsumen yang moderat pekan lalu, meredam spekulasi pengetatan moneter lanjutan. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang kini merosot menjadi 35% dari sebelumnya yang mencapai 47%. Hal ini memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan reli karena yield obligasi AS yang cenderung melandai.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak perpanjangan kesepakatan damai dengan Iran. Situasi ini memicu kekhawatiran baru akan lonjakan harga minyak global yang dapat memicu inflasi didorong oleh biaya energi. Jika harga minyak mentah melonjak, emas biasanya akan mengikuti jalur kenaikan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Analis komoditas Cetro Trading Insight memproyeksikan bahwa jalur pergerakan emas dengan hambatan terkecil saat ini adalah ke atas, kecuali terjadi lonjakan harga minyak yang mendominasi pasar. Ketidakstabilan geopolitik di Lebanon juga menambah daftar panjang risiko sistemik yang mendukung permintaan fisik logam mulia. Selama ketidakpastian ini berlangsung, permintaan aset safe haven diperkirakan tetap tinggi.
Meskipun emas diuntungkan oleh ketidakpastian global, data retail sales dari Tiongkok yang mengecewakan memberikan sedikit sentimen negatif bagi permintaan fisik di Asia. Aktivitas ritel Tiongkok pada bulan Juli terpantau kehilangan momentum pemulihannya dengan hanya tumbuh sebesar 0.6% YoY. Angka ini turun dibanding pencapaian bulan Juni sebesar 1.0% YoY dan jauh di bawah ekspektasi pasar yang mematok pertumbuhan 1.5%.
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, pertumbuhan ritel di negara konsumen emas terbesar di dunia tersebut hanya mencapai 1.2% YoY. Data ini menggarisbawahi rapuhnya permintaan domestik di Tiongkok meskipun pemerintah setempat telah meluncurkan berbagai stimulus ekonomi. Lesunya konsumsi rumah tangga di Tiongkok dikhawatirkan dapat membatasi ruang kenaikan emas secara jangka menengah.
Namun demikian, Cetro Trading Insight melihat bahwa dampak penurunan permintaan fisik dari Tiongkok ini masih dapat diimbangi oleh aliran dana institusional ke produk investasi berbasis emas. Investor barat tampaknya kembali mendominasi aktivitas pembelian di pasar berjangka seiring dengan proyeksi pemangkasan suku bunga Fed yang semakin nyata di kuartal akhir tahun ini.
Secara teknikal pada grafik harian, XAUUSD mempertahankan prospek bullish jangka pendek yang sangat konstruktif. Harga saat ini bertahan kokoh di atas Simple Moving Average 100 hari (SMA-100) serta garis tengah Bollinger Band. Struktur pergerakan ini mengonfirmasi bahwa tren naik jangka panjang masih sangat solid dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.
Indikator Relative Strength Index (RSI-14) saat ini berada di level 65.37, mendekati area overbought namun masih menunjukkan momentum kenaikan yang kuat. Level resistance terdekat yang perlu diperhatikan berada di sekitar upper Bollinger band pada kisaran $4,485. Penembusan yang konsisten di atas area ini akan membuka jalan bagi pengujian level tertinggi baru dalam fase bullish saat ini.
Untuk mengantisipasi pembalikan arah, para trader dapat memantau area support pertama di sekitar SMA-100 pada level $4,385. Jika terjadi koreksi yang lebih dalam, level middle Bollinger band di $4,195 akan menjadi batas pertahanan penting berikutnya. Untuk mempermudah pemantauan grafik secara real-time, Anda dapat menggunakan aplikasi trading yang tersedia di platform web Cetro.