Emas Menguat di Sekitar 4.440 USD Didukung Harapan Deklarasi Iran dan Pembelian Emas PBOC

Emas Menguat di Sekitar 4.440 USD Didukung Harapan Deklarasi Iran dan Pembelian Emas PBOC

trading sekarang

Harga emas diperdagangkan sekitar 4.440 dolar AS per ounce pada sesi Asia awal Selasa. Pembelian spekulatif dan berita positif dari pasar keuangan membantu menambah daya tahan logam kuning itu. Pelaku pasar juga menilai perkembangan geopolitik sebagai faktor utama pergerakan harga jangka pendek.

Rekor pembelian emas oleh bank sentral Cina terus berlanjut. Cadangan emas resmi China mencapai rekor 2.309 ton setelah 16 bulan berturut-turut membeli. Lonjakan permintaan dari produsen terbesar logam mulia itu memberi pendukung tambahan bagi harga di tengah kekhawatiran inflasi global.

Analisis teknikal menunjukkan reli saat ini berasal dari pembalikan di level terdekat setelah penurunan di awal tahun. Para analis menggarisbawahi bahwa imbal hasil obligasi pemerintah yang menguat bisa mengurangi daya tarik logam tanpa hasil bunga. Sinyal pasar menunjukkan ruang pergerakan lebih lanjut selama adanya dinamika politik dan kebijakan fiskal.

Harapan de-eskalasi konflik antara AS dan Iran telah mendorong emas untuk rebound mendekati 4.440 dolar per ounce. Pasar melihat langkah diplomatik sebagai alasan untuk mengurangi kekhawatiran inflasi jangka pendek. Di sisi lain, pergerakan harga masih diwarnai ketidakpastian mengenai kapan dan bagaimana eskalasi bisa kembali terjadi. Menurut Cetro Trading Insight, dinamika geopolitik tetap menjadi pendorong utama arah harga.

Analisis fundamental juga menyoroti dampak kebijakan moneter. Prospek suku bunga lebih tinggi akibat potensi konflik dapat mengalihkan minat investor ke obligasi pemerintah, meninggalkan logam berharga yang tidak memberi hasil. Banyak analis menilai bahwa kenaikan imbal hasil energi dan obligasi cenderung membatasi lonjakan harga emas dalam jangka pendek, meskipun permintaan fisik tetap menjadi faktor penahan.

Berita dari PBOC menunjukkan pembelian emas beruntun 16 bulan, menggarisbawahi permintaan domestik yang kuat. Cadangan emas China mencapai rekor 2.309 ton, menjadikan negara itu kontributor utama permintaan global. Kombinasi ketidakpastian geopolitik dan dorongan kebijakan domestik China menambah tekanan pada pasar logam mulia.

broker terbaik indonesia