Emas Menguat Didukung Ketegangan Geopolitik dan Dolar Lemah Menjelang Keputusan Federal Reserve

Emas Menguat Didukung Ketegangan Geopolitik dan Dolar Lemah Menjelang Keputusan Federal Reserve

Signal XAU/USDBUY
Open5091
TP5200
SL5050
trading sekarang

Emas mengalami kenaikan tipis lebih dari satu persen, didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman seiring ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pasar juga menilai volatilitas yang lebih tinggi di ruang valuta sebagai faktor pendukung. Di sisi lain, dolar AS melemah karena rumor mengenai intervensi untuk yen serta kekhawatiran terkait kemungkinan penutupan pemerintah AS.

Harga emas berada di sekitar $5.091 per ons setelah rebound dari rendah harian di sekitar $4.990. Investor mencerna dinamika tarif dan sinyal intervensi yen yang bisa memicu perubahan aliran modal. Otoritas juga menyoroti ancaman isu perdagangan dengan Seoul yang menambah ketidakpastian pasar.

Secara year-to-date, emas telah melonjak sekitar 17,72%, menunjukkan tren kenaikan yang kuat. Analis menilai bahwa dorongan ini dipicu kombinasi kebijakan moneter dan risiko geopolitik. Pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve serta konferensi pers Ketua Powell, yang bisa menentukan arah jangka pendek.

Ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perang dagang antara AS dan mitra utama telah meningkatkan daya tarik emas sebagai safe haven. Kebijakan tarif yang diisyaratkan dan potensi intervensi di pasar valuta menambah kekhawatiran terhadap arus modal, sehingga logam mulia menjadi pilihan perlindungan nilai. Sentimen risiko global tetap tinggi meski rilis data ekonomi menimbulkan campuran.

Dolar AS melemah dalam beberapa sesi terakhir, dengan indeks dolar (DXY) turun sekitar 0,9% dan menembus level penting. Penurunan ini memperluas ruang bagi emas untuk menguat, karena harga logam mulia sering berkorelasi negatif dengan pergerakan dolar. Imbal hasil obligasi juga bergerak, meski kenaikan 10-tahun tidak cukup membatasi daya dorong emas.

Para analis juga menilai bahwa ekspektasi lonjakan permintaan emas didukung oleh proyeksi pelonggaran kebijakan bank sentral. Beberapa bank besar telah memprediksi harga emas mencapai level sekitar $6.000 per ons pada 2026, meskipun jalur tersebut tetap rentan terhadap volatilitas. Para pelaku pasar mencatat bahwa data sentimen konsumen telah menunjukkan pelemahan dan mempengaruhi gambaran permintaan fisik emas.

Dari sisi teknis, emas berhasil menembus level kunci sekitar $5.000 dan mendekati rekor tertinggi mendekati $5.111 dalam momentum terakhir. Hal ini menandakan adanya kekuatan tren kenaikan yang berlanjut. Pelaku pasar melihat peluang buy pada momentum berikutnya jika harga tetap menjaga posisi di atas level tersebut.

Indikator RSI menunjukkan momentum bullish yang masih kuat dan mendukung potensi kenaikan lebih lanjut. Target resistance berikutnya berada di sekitar $5.100, kemudian $5.111 sebagai level tertinggi. Jika momentum bertahan, zona $5.150 dan $5.200 bisa menjadi target yang lebih tinggi pada prospek jangka pendek.

Namun ada risiko yang perlu diperhatikan jika pernyataan Ketua Fed Jerome Powell lebih hawkish. Sinyal tersebut bisa memicu aksi ambil untung dan membawa emas turun sementara. Analisis teknis menunjukkan support utama di $5.000, dengan level selanjutnya di $4.950 dan $4.900 untuk potensi penurunan lebih lanjut.

broker terbaik indonesia