Harga emas (XAU/USD) berhasil rebound menuju sekitar $4.370 setelah hampir menyentuh rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $4.071. Pergerakan ini dipicu oleh dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh proyeksi imbal hasil AS yang lebih rendah serta harapan pelonggaran kebijakan bank sentral, meski level tertinggi harian masih berada di dekat beberapa resistensi teknis.
Rangkaian komentar Presiden AS mengenai potensi kelanjutan pembicaraan produktif dengan Iran menambah tekanan positif pada emas, sementara pasar minyak berbalik turun secara relatif. Perkembangan ini mendorong sentimen risiko ke arah pembukaan pasar yang lebih positif, meski negara-negara media Iran meragukan pernyataan tersebut.
Dari sisi teknikal, XAU/USD membentuk pola hammer dan RSI berada dalam wilayah oversold, menandakan adanya peluang rebound jangka pendek. Para analis memperhatikan level resistance di sekitar $4.500 diikuti $4.586 sebagai batas atas jangka pendek, sementara kedua level tersebut menjadi fokus jika harga lanjut menguat.
Imbal hasil US Treasury menurun seiring harapan pelonggaran kebijakan Fed meningkat, menjadi faktor utama yang menopang emas. Dolar AS (DXY) mundur dari level harian tertinggi, dengan indeks berada di kisaran 99,3 setelah menyentuh sekitar 98,88 sebelumnya.
Pernyataan pejabat Federal Reserve seperti Austan Goolsbee menekankan bahwa risiko inflasi masih tinggi, meski terdapat ruang untuk penurunan suku bunga pada akhir 2026 jika ada progres pada inflasi. Sementara pejabat lain menilai dampak kejutan energi terhadap inflasi masih belum jelas, menambah ketidakpastian kebijakan.
Bank sentral utama lainnya menjaga kebijakan tetap tegas meski ada risiko geopolitik, dengan pertemuan kebijakan yang kembali menimbulkan spekulasi. Pasar mencermati probabilitas kenaikan suku bunga di pertemuan April mendekati 64% dan sekitar 74% untuk pertemuan Juni, menunjukkan volatilitas jangka menengah.
Kondisi teknis jangka pendek menunjukkan potensi pembalikan meskipun arah utama masih cenderung turun. Pola hammer pada grafik menandakan peluang perbaikan, dengan fokus pada rintangan di sekitar $4.500 dan kerangka berikutnya sekitar $4.586.
Dalam kerangka perdagangan, skenario bullish bisa mencapai target sekitar $4.680 hingga $4.736 jika momentum meningkat, asalkan harga mampu melanjutkan penutupan harian di zona positif. Namun risiko penurunan tetap ada jika harga menembus dukungan krusial di bawah $4.300.
Rujukan teknis menunjukkan RSI yang tetap berada di wilayah oversold meski ada potensi perbaikan, sementara 200-day SMA berperan sebagai tolok ukur arah jangka menengah. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk memberi gambaran komprehensif dan rekomendasi perdagangan berbasis data pasar.