Emas berusaha rebound pada sesi Asia setelah mengalami dua hari penurunan. Permintaan beli dip terlihat di sekitar level teknikal rendah, membantu harga balik arah. Pelemahan imbal hasil obligasi AS dan penurunan daya tarik dolar memberikan dukungan bagi logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Namun kekhawatiran inflasi membatasi harapan pelonggaran suku bunga dari The Fed, sehingga dolar AS cenderung menguat. Kondisi ini membatasi potensi kenaikan emas meski permintaan safe-haven tetap menjadi faktor penting. Pasar juga menantikan data inflasi PCE yang berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan moneter.
Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah mendongkrak permintaan terhadap aset aman dan mendorong pembelian saat harga berada di area bawah dua pekan. Komentar dari pemimpin regional meningkatkan ketidakpastian seputar jalur pasokan energi. Investor tetap berhati-hati sebelum mengambil langkah besar.
Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali meningkatkan risiko geopolitik bagi pasokan energi. Pernyataan terbaru dari pemimpin Iran menargetkan pangkalan militer AS telah memperbarui risiko tindakan militer baru. Meskipun ada nuansa diplomasi, pasar tetap waspada terhadap potensi tindakan militer yang bisa memicu volatilitas lebih lanjut.
Harga minyak naik sejak awal periode konflik US-Israel terhadap Iran, meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz. Kekhawatiran ini menambah tekanan pada inflasi dan memberi sinyal bagi kebijakan moneter. Investor menimbang bagaimana dinamika geopolitik ini bisa memperlambat laju penurunan suku bunga.
Di sisi lain, fokus pasar tetap pada bagaimana data inflasi dan pernyataan kebijakan akan mempengaruhi arah logam mulia. Dolar AS dan imbal hasil cenderung merespons pergerakan geopolitik secara langsung, sehingga emas tetap tertekan dalam jangka pendek. Kewaspadaan meningkatkan peluang untuk perdagangan jangka pendek yang lebih berhati-hati.
Secara teknikal, XAU/USD berada dekat support pada tingkat rata-rata per 200 periode di kerangka waktu empat jam, dengan harga rebound dari zona tersebut. Struktur tren naik jangka menengah tetap utuh meski koreksi terjadi. Kondisi ini menandakan potensi konsolidasi sambil menunggu konfirmasi arah.
MACD masih berada di bawah garis sinyal dan nol, namun tanda penyempitan negatif menunjukkan momentum bearish berkurang. RSI berada sekitar 44 dan belum mencapai wilayah overbought, menunjukkan fase koreksi dalam bias positif yang lebih luas. Kombinasi ini menekankan kehati-hatian sebelum long setup diambil.
Area support utama terlihat di sekitar 5.090 dolar per ons, dengan permintaan kuat di sekitar 5.039 sebagai batas bawah. Penembusan di bawah zona ini bisa membuka jalur menuju 5.000, memberi ruang bagi penurunan lanjutan. Di sisi atas, resistance pertama berada di kisaran 5.160 hingga 5.200, dan pergerakan lebih lanjut di atas 5.200 berpeluang menuju 5.230.