Menurut Cetro Trading Insight, laporan ini merangkum pandangan TD Securities terkait emas. Daniel Ghali, Senior Commodity Strategist, menekankan bahwa emas semakin terpapar saat imbal hasil US 2-tahun menembus tren menurun. Pergerakan ini mencerminkan perubahan lanskap makro yang dapat menekan permintaan aset berpendapatan tetap.
Trade debasemen telah menarik partisipasi luas sehingga emas tidak lagi dianggap aset sampingan bagi investor institusional. Analisis 13F menunjukkan kepemilikan ETF emas fisik meningkat signifikan, membuatnya lebih dekat dengan tingkat kepemilikan ETF terbesar dalam sejarah. Hal ini memperkaya dinamika pasar dan membuat arah harga lebih sensitif terhadap kebijakan dan arus modal.
Pertumbuhan suplai uang tampak melambat menjadi lebih sejalan dengan output ekonomi. Pasar obligasi memperhitungkan jeda kebijakan lebih lama, menyisakan ruang bagi volatilitas harga emas. Sementara itu, kekhawatiran mengenai independensi bank sentral mulai mereda, meski risiko geopolitik tetap menjadi faktor, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah yang berpotensi menekan pembelian resmi.
Analisis 13F menunjukkan bahwa partisipasi institusional dalam debasement trade meningkat; emas fisik telah kehilangan status sebagai aset sampingan bagi investor institusional, dengan kepemilikan ETF terpopuler sekarang sekitar 67% dari kepemilikan ETF bersejarah.
Pertumbuhan suplai uang turun ke tingkat yang lebih sejalan dengan kinerja ekonomi, mengurangi urgensi pemulihan cepat harga emas. Pasar keuangan juga memperhitungkan jeda kebijakan lebih lama, meninggalkan ruang bagi volatilitas harga dan dinamika suku bunga.
Ruas kebijakan dan dinamika geopolitik menambah tekanan pada pembelian resmi. Konflik regional terutama di Gulf memprakirakan dampak lebih lanjut terhadap pembelian resmi, sehingga menjaga volatilitas harga emas dalam jangka pendek.
Meski ada tekanan terhadap emas, peran pembelian resmi sebagai penyangga permintaan tetap signifikan. Namun kecepatan pembelian dari sektor publik menunjukkan tanda-tanda melambat, memperlemah dukungan harga dan menambah risiko bagi posisi jangka pendek.
Independensi bank sentral Amerika Serikat telah menjadi isu yang mereda, sehingga panduan kebijakan tidak lagi mengangkat emas sebagai pelindung utama. Investor perlu memperhatikan arah kebijakan fiskal dan risiko geopolitik sebagai pendorong volatilitas harga.
Bagi trader, rekomendasinya adalah menjaga manajemen risiko dengan fokus pada rasio risiko-imbalan minimal 1:1.5. Karena peluang pergerakan harga bisa meningkat, pertimbangkan level masuk yang jelas, dengan target take profit lebih tinggi dari harga masuk dan stop loss yang melindungi modal.