Harga emas terhadap XAUUSD berada dalam posisi dukungan seiring turunnya harga minyak mentah. Penurunan harga minyak menekan dolar AS, memberikan input positif bagi logam mulia. Indeks dolar AS melemah ke level terendah empat minggu, menciptakan suasana yang kondusif bagi kenaikan emas.
Di saat yang sama, sentimen pasar terangkat oleh kemungkinan perpanjangan gencatan senjata dua minggu antara pihak yang berseteru, meski ketegangan regional masih belum tuntas. Para pelaku pasar juga menantikan rilis menit rapat Federal Reserve serta data klaim pengangguran dan Core PCE yang bisa membentuk arah kebijakan dan ekspektasi inflasi. Secara umum, suasana risk-on membantu emas tetap dicari sebagai aset lindung nilai meski volatilitas tetap tinggi.
Pada saat penulisan, XAUUSD diperdagangkan di sekitar 4.735 dolar per ounce, naik sekitar 0,7 persen dari sesi sebelumnya. Margin kenaikan ini menandakan adanya minat membeli saat ada penurunan harga, meskipun level 50 hari rata-rata pergerakan berada di sekitar 4.779 sebagai konfirmasi arah. Media kami, Cetro Trading Insight, menilai sinyal jangka pendek masih rapuh jika minyak kembali menguat atau dolar menguat kembali.
Pembicaraan gencatan antara Amerika Serikat dan Iran telah menambah sentimen positif, kendati ketegangan regional masih membara. Kesepakatan dua minggu yang diharapkan bisa menenangkan Hormuz dan aliran minyak global memberikan dampak pada proyeksi harga emas dan minyak. Investor melihat peluang negosiasi yang lebih luas, meskipun jalannya tetap rentan terhadap kejutan diplomatik.
Sementara itu, serangan antara Israel dan Iran serta dampaknya pada fasilitas energi menambah risiko geopolitik yang dapat memicu volatilitas. Pada saat yang sama, langkah Iran untuk menahan jalur Hormuz bisa diubah jika kerangka perjanjian dicapai, yang memberi gambaran volatilitas lebih lanjut pada pasar energi. Ketidakpastian ini membuat emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah fluktuasi harga minyak dan dolar.
Di tengah dinamika tersebut, pasar menilai bahwa apabila gencatan akan diresmikan dan Hormuz dibuka kembali, suasana pasar bisa menenangkan secara umum. Namun hingga adanya kemajuan nyata, volatilitas tetap tinggi dan imbal hasil relatif rendah dapat membatasi dorongan kenaikan emas pada jangka pendek.
Dari sisi teknis, bias emas terlihat bullish namun belum tertutup di atas 50-day SMA di sekitar 4.779. Indikator RSI menunjukkan momentum yang meningkat, meskipun masih berada di wilayah netral sehingga diperlukan konfirmasi penutupan harian di atas level kunci untuk memperkuat tren lebih lanjut. Jika harga gagal menembus resistance, tekanan turun bisa muncul kembali.
Support utama berada dekat 4.700, dengan level berikutnya sekitar 4.620 dan 4.554. Sementara itu, potensi perbaikan terlihat jika harga menembus ke atas 4.779, yang bisa membawa emas menuju zona resistance 4.857–4.900. Poin fokus lain adalah bagaimana tindakan pasar menimbang data rilis ekonomi yang akan datang dan bagaimana hal itu mempengaruhi ekspektasi kebijakan Fed.
Rekomendasi sinyal trading yang disusun adalah membeli XAUUSD di sekitar 4.735 dengan stop loss di 4.700 dan target profit di 4.788, menjaga rasio risiko-imbalan minimal sekitar 1:1,5. Perlu diingat bahwa rilis data penting seperti Fed Minutes, klaim pengangguran, dan Core PCE bisa meningkatkan volatilitas, sehingga manajemen risiko perlu diawasi secara ketat.