Emas tetap menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian geopolitik dan prospek kebijakan moneter The Fed yang belum jelas. Permintaan aset safe-haven tetap kuat karena para investor menilai risiko ekonomi global dan gejolak politik sebagai faktor penentu arah harga logam mulia. Kondisi ini mendukung posisi XAU/USD saat ini meski tekanan teknis membatasi kenaikan.
Peninjauan independensi bank sentral turut menambah volatilitas di pasar. Investigasi kriminal terhadap Ketua Powell meningkatkan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter bisa dipengaruhi faktor politik. Investor tetap mengawasi pernyataan The Fed untuk petunjuk perubahan arah suku bunga.
Kata para ekonom, inflasi AS menjadi kunci arah jangka pendek untuk keputusan The Fed. Konsensus memperkirakan IHK bulan ini naik 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, tanpa perubahan signifikan dibanding bulan sebelumnya. Data ini bisa menentukan likuiditas pasar emas dalam beberapa sesi ke depan.
Sentimen pasar tetap rapuh di tengah ancaman tarif dan dinamika geopolitik lain, termasuk komentar mengenai Iran dan langkah-langkah nasionalis ekonomi. Investor menilai risiko geopolitik sebagai pendorong utama permintaan aset safe-haven. Meskipun pasar mencoba mengabaikan gejolak, volatilitas tetap tinggi karena ketidakpastian arah kebijakan.
Di sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sekitar dua kali pada tahun ini. Proyeksi ini memengaruhi aliran modal ke emas sebagai lindung nilai terhadap risiko. Namun laporan tenaga kerja AS pekan lalu menunjukkan pasar buruh tetap kuat, sehingga ekspektasi pelonggaran agresif berkurang.
Beberapa bank investasi besar tetap optimis terhadap prospek emas, memperkirakan kisaran harga antara $4.500 hingga $5.000 per ounce hingga 2026. Dukungan datang dari pembelian ETF, likuiditas global, dan ketidakpastian geopolitik yang membeku arah pasar. Faktor-faktor ini menjaga minat pada logam kuning meski angka inflasi yang sedang berputar.
Harga emas saat ini berada sekitar $4.585 per ounce, menunjukkan pasar dalam fase menunggu jelang data inflasi AS. Sesi perdagangan kemarin adalah bukti kehati-hatian, meski pembelian terbatas menjaga arah relatif positif. Sinyal teknikal jenuh beli pada indikator jangka pendek mengisyaratkan konsolidasi sebelum arah berikutnya.
Dalam kerangka teknis, RSI di grafik 4 jam mereda setelah mendekati level 70, menandakan momentum kenaikan sementara melunak. Support utama terlihat di kisaran $4.525-$4.500, dengan MA 21 periode sejajar menambah gambaran area tersebut. Penembusan kuat di bawah zona itu bisa mengantar harga menuju sekitar $4.400 sebagai jalur koreksi lebih dalam.
Di sisi positif, pergerakan berkelanjutan di atas $4.600 diikuti dengan penembusan di atas puncak sepanjang masa sekitar $4.630 bisa membuka pintu untuk rally menuju $4.700-$4.750. Berita inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi juga bisa memvalidasi skenario bullish jangka menengah. Investor akan menilai keluaran data tersebut untuk memutuskan langkah perdagangan selanjutnya.