PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan rencana menarik kembali saham treasuri sebanyak 1,4 miliar saham, setara 8,95% dari total saham perseroan. Langkah ini menyoroti perubahan struktural pada modal perusahaan dan menarik perhatian pasar modal Indonesia. Cetro Trading Insight menilai langkah ini penting karena dapat memengaruhi likuiditas serta persepsi kepemilikan pemegang saham.
Penarikan saham dilakukan melalui mekanisme pengurangan modal ditempatkan dan disetor, sehingga jumlah saham perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berkurang menjadi sekitar 14,7 miliar saham. Secara teknis, proses ini memerlukan persetujuan BEI dan pemegang saham melalui RUPSLB yang digelar pada Desember 2025. Dampaknya pada pasar adalah konsolidasi kepemilikan yang secara proporsional meningkatkan porsi saham tiap pemegang.
Secara fundamental, manajemen menegaskan bahwa pengurangan modal tidak membawa dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, hukum, maupun kelangsungan usaha. BEI telah menyetujui rencana tersebut dan pemegang saham telah menyetujui pada RUPSLB yang digelar pada 10 Desember 2025. Aksi ini bertujuan semata-mata untuk mengurangi saham beredar dan meningkatkan kepemilikan per saham bagi pemegang yang tersisa.
Dari sisi fundamental, pengurangan jumlah saham beredar berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS) secara proporsional karena basis saham menurun meski kinerja inti perseroan tidak berubah. Hal ini membuat investor menilai prospek valuasi EMAS lebih menarik jika kinerja operasional tetap stabil.
Dari perspektif pasar modal, langkah ini bisa dianggap sebagai upaya meningkatkan daya tarik saham bagi pemegang lama maupun investor baru karena posisi kepemilikan lebih besar bagi pemilik aktual. Rasio keuangan seperti EPS cenderung membaik seiring berkurangnya jumlah saham beredar meski tidak ada perubahan operasional. Persetujuan BEI dan dukungan pemegang saham juga menambah kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan manajemen.
Hingga Selasa (24/2/2026), EMAS tercatat turun 0,89% menjadi Rp8.325, setelah sebelumnya melonjak 6,33% di awal pekan. Kondisi ini menggambarkan reaksi pasar yang relatif moderat terhadap berita modal, bukan perubahan fundamental yang besar. Secara keseluruhan, langkah pengurangan modal ditempatkan dan disetor ini berpotensi memberi manfaat jangka panjang bagi pemegang saham, jika kinerja operasional tetap kokoh.
Analisis teknis tidak bisa menilai efek kebijakan ini secara langsung karena aksi treasuri berfokus pada struktur modal, bukan sinyal trading spesifik. Namun pelaku pasar tetap perlu memantau pergerakan harga dan likuiditas saham EMAS setelah pengumuman tersebut. Interaksi antara aksi korporasi dan dinamika pasar bisa menciptakan volatilitas sesekali yang perlu dihadapi dengan manajemen risiko.
Investor sebaiknya menimbang faktor eksternal seperti harga komoditas emas, sentimen pasar global, serta rencana penggunaan dana hasil penarikan saham treasuri jika ada. Risiko downside tetap ada, sehingga keputusan investasi perlu didasarkan pada data operasional dan prospek jangka panjang perusahaan. Rekomendasi umum adalah menunggu indikator operasional lebih jelas sebelum mengambil posisi baru, mengingat sinyal trading dari berita ini tidak tersedia.
Dari sisi risiko-imbalan, tidak ada sinyal beli atau jual yang dapat disimpulkan dari berita ini saat ini. Sinyal perdagangan menjadi no dengan level risiko yang tidak ditetapkan, namun investor tetap bisa menilai dampak jangka panjang terhadap kepemilikan dan EPS. Pastikan selalu memeriksa informasi terbaru dan lakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengambil langkah finansial.