Emas Terkoreksi Dekat Level 4.780 di Awal Sesi Asia: Fed dan Geopolitik Menentukan Arah XAUUSD

Emas Terkoreksi Dekat Level 4.780 di Awal Sesi Asia: Fed dan Geopolitik Menentukan Arah XAUUSD

trading sekarang

Harga emas berada di wilayah yang tertekan di awal perdagangan Asia, nyaris menyentuh level sekitar 4.780. Tekanan jual kebanyakan datang setelah komentar terkait arah kebijakan The Fed. Kondisi ini membuat investor menahan diri sambil menunggu konfirmasi arah pasar yang lebih jelas.

Laporan bahwa Kevin Warsh dinominasikan sebagai Ketua The Fed menambah volatilitas, meskipun beberapa analis melihatnya sebagai opsi yang relatif stabil. Reaksi pasar mengindikasikan perubahan persepsi mengenai pemotongan suku bunga dan independensi bank sentral. Di tengah itu, faktor teknikal dan sentimen risiko turut memainkan peran penting.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai aset safe-haven. Bank-bank sentral di berbagai negara juga meningkatkan pembelian logam mulia, menambah dasar permintaan yang bisa membatasi penurunan. Cetro Trading Insight mencatat bahwa minat investor institusional sering kali menjaga harga emas berada di kisaran yang lebih tahan terhadap volatilitas pasar.

Dinamika kebijakan The Fed menjadi fokus utama pelaku pasar. Isu mengenai kandidat Ketua Fed baru memicu penilaian terhadap jalur suku bunga dan komitmen independensi bank sentral. Berita ini berpotensi mengubah ekspektasi pasar terkait laju pemangkasan atau normalisasi kebijakan.

Selain itu, emas sempat melonjak beberapa minggu terakhir karena kekhawatiran bahwa kebijakan akan memberatkan mata uang dolar. Namun, berita tentang Warsh dinominasikan cenderung meredakan kekhawatiran tersebut dan memberikan sudut pandang baru terhadap risiko kebijakan moneter.

Investors menunggu data Indeks Manajer Pembelian PMI Manufaktur AS yang akan dirilis, karena angka ini sering memandu arah perdagangan emas selanjutnya. Data kuat atau lemah bisa mengubah arah sentimen, sehingga pasar terus menimbang risiko pertumbuhan terhadap peluang perlindungan nilai aset berharga.

Ketegangan geopolitik, terutama eskalasi antara AS dan Iran, dapat menambah dukungan bagi emas sebagai pelindung nilai. Pasar terus memperhatikan berita di sekitar konflik regional yang bisa memicu risiko lebih lanjut bagi stabilitas ekonomi global. Tekanan ini menjadi salah satu pendorong utama minat terhadap logam kuning.

Selain faktor politik, meningkatnya permintaan dari bank sentral global menambah daya dukung bagi emas. Para analis berpendapat bahwa berbagai negara melihat emas sebagai cadangan netral yang bisa melindungi mereka dari fluktuasi dolar AS dan kebijakan AS. Kutipan analis dari Emma Wall menekankan peran emas sebagai pelindung nilai utama bagi sejumlah negara.

Dinamika gabungan antara risiko geopolitik dan permintaan institusional mencerminkan bahwa emas tetap berada di jalur penting. Meskipun penurunan dekat level teknis bisa terjadi, potensi rebound bisa muncul jika ketegangan geopolitik meningkat atau jika sentimen risiko memburuk. Cetro Trading Insight menyarankan pemantauan perkembangan PMI dan pernyataan kebijakan The Fed untuk arah berikutnya.

broker terbaik indonesia