
EUR/GBP menunjukkan volatilitas yang relatif terbatas pada sesi perdagangan terbaru, karena pelaku pasar mencoba menilai keseimbangan antara data inflasi di zona euro dan pemulihan pertumbuhan di Inggris. Pasangan ini bergerak dalam kisaran yang tidak terlalu tinggi, dengan fokus pada arah kebijakan bank sentral kedua wilayah tersebut. Investor menimbang sinyal dari rilis data untuk menilai peluang pergerakan selanjutnya.
Saat ini kurs berada mendekati 0.8691, rebound dari level terendah intraday sekitar 0.8676. Pergerakan harga mencerminkan ketidakpastian jangka pendek namun menunjukkan respons terhadap rilis data ekonomi. Ketika pasar mencari arahan, likuiditas cenderung menahan langkah besar hingga konfirmasi lebih lanjut datang.
Dalam kerangka data/angka terakhir, inflasi zona euro terlihat naik akibat tekanan biaya energi. Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) Mar mencapai 1.2% secara bulanan, meningkat dari 0.6% pada Februari. Secara tahunan, inflasi naik menjadi 2.5% dari 1.9%. Meskipun angka inti (core) menunjukkan dinamika yang lebih tenang, laju tahunan inti turun sedikit menjadi 2.3% dan berada di bawah ekspektasi. Data ini memperkuat argumen bahwa ECB bisa mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika harga energi tetap tinggi, meskipun pasar kini lebih berhati-hati terhadap peluang kebijakan di tengah risiko perlambatan ekonomi.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| EUR/GBP | 0.8691 |
| Intraday low | 0.8676 |
| HICP Mar MoM | 1.2% |
| HICP Mar YoY | 2.5% |
| Core HICP YoY | 2.3% |
Data inflasi zona euro yang lebih tinggi dari target menambah tekanan pada kebijakan ECB. Peningkatan tajam pada harga konsumen dipicu oleh biaya energi yang tetap tinggi, yang menjadi pertimbangan utama bagi bank sentral dalam menilai langkah kebijakan ke depan. Meski ada tekanan inflasi, dinamika pertumbuhan di wilayah tersebut juga menjadi faktor yang membatasi langkah agresif yang mungkin dilakukan ECB.
Para pembuat kebijakan ECB menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tidak bisa diabaikan jika tekanan harga energi berlanjutan. Beberapa suara menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga pada bulan-bulan mendatang tidak sepenuhnya terelakan, meskipun ada kekhawatiran mengenai dampak terhadap pertumbuhan. Pasar keuangan juga mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan segera karena risiko perlambatan ekonomi global dan zona euro sendiri yang didorong oleh impor energi yang tinggi.
Berbagai pernyataan dari pejabat kebijakan menegaskan bahwa ECB harus bertindak untuk menjaga kredibilitas inflasi, sementara para komisioner energi UE mengingatkan tentang potensi gangguan pasokan energi yang berkepanjangan akibat konflik regional. Ketidakpastian ini mencerminkan lingkungan kebijakan yang berada di antara penahanan dan pengetatan, tergantung pada perkembangan harga energi dan dinamika permintaan domestik.
Di sisi Inggris, pertumbuhan tetap moderat meski data menunjukkan beberapa kemajuan. GDP Q4 naik 0.1% QoQ sesuai perkiraan, sementara pertumbuhan tahunan mencapai sekitar 1%. Angka ini menambah layer pada narasi bahwa ekonomi Inggris tidak dalam kinerja kuat, sehingga tekanan untuk kebijakan yang lebih agresif menurun.
Pelaku pasar memperkirakan BoE akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menahan inflasi yang didorong oleh biaya energi, meskipun tantangan pertumbuhan masih menonjol. Lingkungan stagnasi pertumbuhan menempatkan BoE pada posisi yang kompleks, karena sikap kebijakan perlu menyeimbangkan antara menahan harga dan mendukung aktivitas ekonomi. Inisiatif kebijakan di Inggris kemungkinan akan bergantung pada evolusi harga energi dan dinamika biaya input bagi industri domestik.
Secara keseluruhan, EUR/GBP diperkirakan tetap berada dalam kisaran pergerakan yang cukup lebar di tengah campuran sinyal inflasi dan pertumbuhan. Ketidakpastian kebijakan di kedua wilayah membuat peluang breakout relatif rendah dalam jangka pendek, meskipun pergerakan kecil bisa terjadi sejalan rilis data baru. Cetro Trading Insight akan terus memantau perkembangan untuk memberikan panduan lebih lanjut bagi trader.