EUR/GBP kembali menguat di kisaran atas sekitar 0.8600, meski pergerakannya masih terbatas dalam kisaran historisnya. Pergerakan ini dipicu oleh komentar hawkish dari pejabat ECB yang menyoroti opsi kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan depan jika risiko inflasi di zona euro meningkat akibat perang di Timur Tengah. Kondisi risiko global dan penilaian atas arah kebijakan moneter menjaga para pelaku pasar tetap waspada terhadap pergeseran signifikan yang dapat mengubah arah pasangan mata uang ini.
Nagel menegaskan bahwa kenaikan suku bunga pada April bisa dipertimbangkan jika tekanan inflasi memburuk, menambah kompleksitas jalur kebijakan. Ini mengikuti pernyataan Christine Lagarde yang menyatakan bank sentral akan merespons secara tegas jika inflasi tetap berada jauh di atas target 2%. Kesan hawkish ini memperbesar biaya pinjaman di zona euro dan berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi karena investasi dan konsumsi menjadi lebih selektif.
Data Jerman menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen diperkirakan turun menjadi -28 pada April, turun dari -24,8 pada Maret. Sinyal lain dari IFO menunjukkan pelemahan, meski lebih moderat dari ekspektasi, sementara PMI menggarisbawahi bahwa kenaikan harga energi bisa mengancam momentum pemulihan. Di sisi lain, Pound tampak bertahan lesu karena faktor-faktor domestik, dengan inflasi UK berada di sekitar 3% bahkan sebelum konflik memperburuk tekanan, meningkatkan kemungkinan BoE menaikkan suku bunga lebih dari satu kali.
Dari sisi teknikal, EUR/GBP terlihat bergerak lebih tinggi namun tetap berada dalam rentang sebelumnya, mendekati batas atas sekitar 0.8600. Pergerakan ini menandai momentum yang terbatas karena investor menimbang perbedaan pandangan antara ECB dan BoE serta ketidakpastian gejolak geopolitik. Secara umum, pasangan mata uang ini cenderung berada dalam fase sideways sambil menunggu klarifikasi lebih lanjut dari rilis data utama.
Ketidakpastian pasar tetap terjaga karena beragam faktor risiko, termasuk potensi kebijakan moneter yang divergen di Eropa dan Inggris. Kenaikan biaya pinjaman lebih lanjut bisa menghambat pemulihan di kedua sisi, membuat EUR/GBP sulit menembus volatilitas besar dalam waktu dekat. Meski ada peluang perbaikan teknikal jika data inflasi menunjukkan pelemahan, para investor lebih berhati-hati dan fokus pada konfirmasi dari data ekonomi.
Implikasi perdagangan: saat ini tidak ada sinyal jelas untuk membeli atau menjual EUR/GBP karena kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang saling bertentangan. Karena itu, sinyal perdagangan disetel ke no dengan risiko rendah hingga sedang, dan rekomendasi utama adalah menunggu konfirmasi dari rilis data selanjutnya. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.