Data IHK Inggris untuk Desember menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,4% secara tahunan, melanjutkan peningkatan dari 3,2% pada November serta melampaui ekspektasi sekitar 3,3%. Hasil ini menambah tekanan pada bank sentral untuk menyikapi dinamika inflasi. Reaksi pasar mata uang pun cukup langsung, dengan GBP menguat terhadap beberapa pasangan utama setelah rilis ini.
Di sisi inti, IHK inti tetap stabil pada 3,2% YoY, menegaskan kekuatan tekanan harga yang relatif terkontrol. Sementara itu, data produsen menunjukkan tren deflasi yang lebih dalam, memperkuat narasi bahwa tekanan biaya di sektor produksi sudah meredam. Kombinasi ini membentuk gambaran yang membatasi kemungkinan perubahan kebijakan dalam waktu dekat.
Pada hari itu, pelaku pasar menantikan pidato Presiden AS di Davos, menambah volatilitas jangka pendek. Sinyal dari dialog global dan kebijakan perdagangan menjadi faktor penentu arah bagi mata uang utama. Analis menilai bahwa sentimen risk-on dapat menyokong pergerakan mata uang kompak seperti EUR dan GBP.
EUR menguat terhadap GBP menembus level psikologis sekitar 0,8730 setelah memantul dari 0,8700. Pemulihan ini menunjukkan respons pasar terhadap perbedaan asas antara region EU dan UK. Level yang lebih tinggi membuka peluang pengujian resistance jangka pendek di atas 0,8750 secara teknikal.
Sentimen 'Sell America' yang sempat menguat di pasar membantu euro menjaga tekanan pembelian, di tengah kekhawatiran atas kepemimpinan dolar AS. Investor menimbang bagaimana dinamika hubungan antara AS dan UE, serta implikasi kebijakan Trump yang menimbulkan risiko geopolitik. Meskipun demikian, euro mendapat dukungan dari komentar pejabat ECB yang menilai kebijakan suku bunga saat ini masih tepat.
Escriva dan Villeroy de Galhau menegaskan bahwa perjuangan melawan inflasi telah melunakkan risiko bagi pertumbuhan, memberi dukungan tambahan pada euro. Perasaan kehati-hatian tetap ada karena volatilitas pasar tetap tersedia seiring para investor menunggu kepastian fiskal di berbagai belahan dunia. Secara teknikal, pair EUR/GBP tampak bergerak dalam kisaran yang lebih sempit dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Fokus pasar juga tertuju pada pidato pemimpin AS di Davos, menyoroti potensi kebijakan global yang memengaruhi mata uang cadangan. Ketegangan antara Washington dan UE terkait kebijakan ekonomi serta isu geopolitik menambah dinamika risiko bagi investor valuta asing. Ketidakpastian ini berpotensi memicu pergerakan besar jika ada pernyataan yang mengubah sentiment risiko.
Pergerakan EUR/GBP cenderung berada dalam rentang sempit sementara para trader menilai arahan kebijakan baru. Pasar menahan diri sampai ada konfirmasi dari eskalasi kebijakan atau pengumuman kebijakan yang jelas. Dalam konteks ini, banyak pelaku pasar menunggu petunjuk dari data berikutnya dan komentar pejabat bank sentral.
Secara garis besar, situasi geopolitik dan dinamika kebijakan makro global menjadi pendorong utama volatilitas di pasar FX. Risiko geopolitik dapat menambah tekanan pada kurs utama, tetapi juga bisa menciptakan peluang jika arus aliran modal mengarah pada mata uang yang dianggap lebih aman. Investor disarankan untuk memperhatikan level teknikal dan menjaga ukuran posisi yang proporsional dengan toleransi risiko.