EUR/GBP: Prospek Grind Higher di Tengah Risiko Politik Inggris dan Tekanan Energi

EUR/GBP: Prospek Grind Higher di Tengah Risiko Politik Inggris dan Tekanan Energi

Signal EUR/GBPBUY
Open0.870
TP0.885
SL0.860
trading sekarang

Artikel ini menyajikan tinjauan analitis dari perspektif Rabobank terhadap EUR/GBP, dengan fokus pada pergerakan yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Cetro Trading Insight menyajikan analisis ini dalam bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh pembaca awam tanpa mengurangi kedalaman analisis. Narasi ini menekankan volatilitas yang dipicu oleh kebijakan BoE, dinamika inflasi Energi, serta risiko politik Inggris yang memengaruhi pasangan mata uang ini.

Pound telah menguat terhadap Euro belakangan ini sebagian karena menurunnya ekspektasi terhadap pemotongan suku bunga BoE. Meskipun kedua mata uang tidak dianggap sebagai safe haven, pergeseran kebijakan tetap menjadi pendorong utama. Pergerakan EUR/GBP dalam kurun 1–3 bulan diperkirakan mendekati 0,87 meski risiko tetap muncul.

Rabobank menilai EUR/GBP cenderung datar di sekitar 0,87 dalam 1–3 bulan ke depan, namun risiko politik di Inggris, harga energi yang lebih tinggi, serta inflasi yang tinggi di Inggris berpotensi mendorong cross ini ke arah yang lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini. Ketidakpastian politik juga bisa berpotensi menaikkan volatilitas pasangan mata uang ini. Selain itu, dinamika kebijakan moneter Inggris tetap menjadi faktor kunci yang membentuk arah jangka menengah.

Analisis lebih lanjut menyoroti bahwa ketidakpastian politik, seperti potensi tantangan kepemimpinan terhadap PM Starmer akibat hasil pemilu lokal Mei, dapat berimbas pada sentimen GBP. Ketika risiko politik meningkat, ruang bagi EUR untuk menguat terhadap GBP menjadi lebih besar. Secara keseluruhan, probabilidad EUR/GBP untuk menguat sedikit di semester kedua tetap menjadi skenario utama.

Para ahli energi Rabobank menilai bahwa dampak lonjakan harga energi terhadap inflasi Inggris maupun negara lain sangat bergantung pada lamanya gangguan di Selat Hormuz. Mereka memperingatkan bahwa gangguan tersebut bisa bertahan lebih lama dari prediksi awal. Karena itu, tekanan biaya energi bisa menjaga inflasi tetap resisten terhadap penurunan tajam dalam waktu dekat.

Menurut pandangan Rabobank, inflasi konsumen Inggris (CPI) tidak lagi turun ke level sekitar 2% seperti yang diproyeksikan sebelumnya, melainkan bisa menurun perlahan hingga sekitar 2,5% sebelum naik kembali menjadi 2,75% pada kuartal ketiga. Perkiraan ini menambah bobot pada skenario kebijakan moneter dan menambah dinamika pada pergerakan EUR/GBP. Ketidakpastian ini memicu perhatian terhadap potensi pergeseran arah mata uang dalam beberapa bulan mendatang.

Mendekati Mei, pemilu lokal di Inggris dan pemilihan parlemen di Skotlandia dan Wales meningkatkan risiko politik bagi GBP. Hasil buruk bagi Labour bisa memicu tantangan kepemimpinan yang menambah volatilitas. Dalam skenario ini, Rabobank melihat peluang EUR/GBP untuk bergerak lebih tinggi sepanjang paruh kedua tahun ini.

Proyeksi Pergerakan EUR/GBP dan Sinyal Trading

Secara umum, proyeksi mereka menunjukkan EUR/GBP cenderung berada di sekitar 0,87 dalam 1–3 bulan mendatang. Risiko politik Inggris, termasuk dinamika pemilu, bisa mendorong pergerakan ini ke arah lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini. Meskipun demikian, jalur menuju 0,90 atau lebih masih memerlukan kejadian fundamental yang mendukung.

Berlandaskan pandangan tersebut, rekomendasi trading menonjolkan posisi long pada EUR/GBP. Rencana masuk adalah di sekitar level 0,87 dengan target profit di 0,885 dan stop loss di 0,86. Rasio risiko-imbalan yang diusung mencapai 1:1,5, sesuai dengan kerangka analisa.

Penegasan penting adalah bahwa sinyal ini bersifat fundamental dan bergantung pada perkembangan kebijakan moneter serta dinamika energi. Periode ini menekankan pentingnya memantau rilis data ekonomi Inggris dan komentar BoE untuk konfirmasi arah. Investor disarankan menjaga kontrol risiko dan menyesuaikan level eksposur sesuai toleransi.

broker terbaik indonesia