
EUR/GBP diperdagangkan mendatar sekitar 0.8624-0.8625 setelah penurunan tajam kemarin akibat pengunduran diri Perdana Menteri Inggris. Investor menimbang dinamika politik domestik dengan dinamika data ekonomi yang beragam, termasuk PMI UK yang meleset dan PMI Zona Euro yang lebih kuat dari perkiraan. Penjagaan terhadap risiko politik Inggris menjadi faktor utama yang membentuk arah pasangan mata uang ini.
Analisis menyiratkan bahwa sentimen pasar menggabungkan elemen fundamental dengan pembacaan teknikal. Komentar pejabat BoE dan ECB menambah nuansa kebijakan yang bisa mempengaruhi arah jangka pendek, terutama terkait potensi jeda atau kelanjutan pengetatan. Ketidakpastian politik di Inggris menambah volatilitas, meski kekuatan ekonomi zona euro memberi dukungan bagi EUR secara umum.
Secara keseluruhan, skenario utama menempatkan EUR berpotensi menguat terhadap GBP jika BoE mempertahankan suku bunga dan ECB melanjutkan pengetatan pada bulan September. Pasar menimbang risiko-skenario politik lebih lanjut, namun inklinasi menuju perbaikan sentimen di zona euro tetap menjadi faktor pendukung bagi pasangan ini dalam beberapa minggu ke depan.
Data PMI tingkat komposit Inggris turun menjadi 49.4, dengan layanan 48.7 dan manufaktur 53.1, menandai tekanan permintaan yang melemah meskipun sektor manufaktur masih menunjukkan dinamika positif. Di sisi lain, PMI Zona Euro menunjukkan pembacaan yang lebih kuat dari ekspektasi, dengan komposit 49.5, layanan 48.9, dan manufaktur 51.3, mengindikasikan resistensi terhadap gangguan pasokan dan harga energi.
Perbedaan ini memicu perdebatan mengenai pergeseran kebijakan moneter. Komentar pejabat BoE menggambarkan adanya ruang untuk kebijakan yang lebih restriktif jika diperlukan, sementara pejabat ECB menekankan risiko inflasi tetap tinggi hingga 2027. Pasar memproyeksikan bahwa pergeseran kebijakan bank sentral akan menjadi faktor penentu arah EUR/GBP ke depan.
Reaksi harga terlihat terbatas pada saat ini, dengan pelaku pasar menunggu sinyal lebih jelas dari pernyataan kebijakan dan perkembangan politik Inggris. Selain itu, pandangan beberapa analis menunjukkan bahwa EUR bisa mengambil inisiatif jika komunikasi ECB tetap hawkish sedangkan BoE mempertahankan nada yang lebih dovish atau tidak berubah.
Ketidakpastian politik di Inggris, terutama dengan kandidat seperti Andy Burnham, meningkatkan risiko pada GBP. Para analis menilai bahwa jika kebijakan fiskal dipertanyakan, pound bisa melemah lebih lanjut terhadap mata uang mitra utamanya. Pasar menilai bahwa dinamika politik akan membentuk/batasi pergerakan pasangan ini dalam beberapa minggu ke depan.
Perkiraan kebijakan BoE dan ECB mendasari pandangan bahwa BoE akan menahan suku bunga sementara ECB tetap hawkish melalui September. Beberapa institusi, termasuk Commerzbank, menilai bahwa perubahan fiskal di Inggris bisa mengganggu stabilitas sterling meskipun jalur kebijakan ECB tetap menanjak. Ini menambah peluang bagi EUR/GBP untuk bergerak lebih tinggi jika skenario tersebut terwujud.
Dalam praktik perdagangan, setup yang dijajakan mengarah ke sinyal buy dengan target profit di sekitar 0.8710 dan stop loss di sekitar 0.8590, sehingga rasio risiko-kemakmatan sekitar 1:1.5 atau lebih. Pelaku pasar disarankan memantau pernyataan BoE/ECB dan berita politik Inggris secara cermat untuk konfirmasi arah sebelum eksekusi. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.