
EUR berada di antara kinerja terburuk di antara mata uang utama global dan melemah terhadap GBP hingga mendekati 0.8650 saat penulisan, setelah gagal menembus level 0.8700 pada hari Selasa. Pergerakan ini mencerminkan beban sentimen pasar terhadap data ekonomi zona euro dan dinamika politik di Inggris.
Data ekonomi zona euro yang dirilis hari ini menambah beban bagi euro. PDB Zona Euro untuk kuartal pertama secara estimasi kedua tumbuh 0.1% QoQ, turun dari 0.2% sebelumnya; secara YoY, zona euro tumbuh 0.8%. Produksi industri zona euro juga naik tipis 0.2% pada Maret, meleset dari ekspektasi 0.3%, dengan revisi Februari turun menjadi 0.2% dari 0.4%.
Sementara Pound mencoba mengabaikan kekhawatiran soal fragilitas kabinet Labour pasca kekalahan di pemilihan lokal. PM Keir Starmer menegaskan tetap memimpin meski tekanan internal meningkat, dan empat menteri junior mundur pada Selasa. Kalender Inggris hari ini relatif tipis, namun fokus pasar akan tertuju pada rilis PDB Q1 yang dijadwalkan Kamis mendatang.
Pertumbuhan Q1 zona euro tetap lemah, dengan estimasi kedua menunjukkan 0.1% QoQ dan 0.8% YoY. Penurunan ini menambah beban bagi euro dan memperkuat peluang pelemahan terhadap mata uang utama tetangga Inggris.
Produksi industri bulan Maret naik 0.2% MoM, meleset dari estimasi 0.3%, sementara revisi Februari turun menjadi 0.2% dari 0.4%. Secara tahunan, produksi pabrik menunjukkan kontraksi yang lebih dalam, mencapai -2.1% di Maret, memburuk dari -0.8% bulan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat tekanan pada EUR/GBP menuju level sekitar 0.8650.
Secara keseluruhan, EUR terlihat menjadi salah satu mata uang dengan kinerja relatif lemah di kalangan G8 pada hari itu, menambah tekanan pada pasangan EUR/GBP dan membantu GBP mempertahankan kekuatannya terhadap euro.
Dengan kalender Inggris pekan ini, fokus utama pasar adalah rilis PDB Q1 pada Kamis mendatang, yang berpotensi menggerakkan volatilitas pasangan mata uang. Data yang lemah di zona euro berpotensi memperlebar perbedaan sentimen antara kedua ekonomi besar tersebut.
Skenario masuk akal adalah bahwa data Zona Euro lemah menambah tekanan pada EUR, sementara dinamika politik di Inggris memberikan dukungan relatif pada GBP. Sentimen geopolitik global juga bisa memicu pergerakan volatil, sehingga manajemen risiko tetap diperlukan.
Sinyal perdagangan berdasarkan analisis ini adalah SELL EURGBP dengan level open sekitar 0.8650, target profit 0.8620 dan stop loss 0.8670. Rasio risiko/imbalan sekitar 1:1.5. Disarankan memantau rilis PDB Q1 UK serta perkembangan situasi regional yang dapat memicu volatilitas lebih lanjut.