EUR/JPY bergerak hati-hati di sekitar level 182.90 pada sesi perdagangan Eropa awal. Para pelaku pasar menahan posisi karena antisipasi rilis data inflasi Eurozone untuk Maret. Ketidakpastian kebijakan membuat investor memilih pendekatan menunggu, sehingga pergerakan harga terlihat terbatas.
Data flash HICP menunjukkan bahwa komponen inti relatif stabil, sementara angka headline diperkirakan meningkat karena lonjakan harga energi pasca penutupan Selat Hormuz. Analis memperkirakan headline mencapai sekitar 2.7% YoY, dengan inti di sekitar 2.4%. Kondisi ini menambah tekanan bagi ECB untuk mempertimbangkan langkah yang lebih hawkish jika tren inflasi berlanjut.
Jika tekanan harga bertambah kuat, pasar mengejarkan peluang bahwa ECB bisa mengubah nada kebijakannya pada pertemuan kebijakan mendatang. Sementara itu, gejolak di Hormuz menambah volatilitas di pasar energi dan berdampak pada sentimen risiko secara luas. Secara keseluruhan, EUR/JPY cenderung tetap berada di kisaran terbatas karena pasar menantikan arah kebijakan berikutnya.
BoJ menegaskan bahwa perubahan nilai tukar memiliki dampak besar terhadap ekonomi Jepang dan pergerakannya. Gubernur Kazuo Ueda menekankan bahwa bank sentral akan memantau pergerakan FX secara seksama dan bersiap mengambil langkah jika diperlukan.
Fenomena satu arah di pasar FX meningkatkan peluang intervensi BoJ jika yen melemah terlalu jauh. Para analis menilai intervensi bisa menjadi alat untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan, meskipun langkah konkret belum diumumkan.
Di sisi lain, risiko geopolitik terkait Hormuz tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga minyak global, karena sekitar 20% produk energi dunia melewati jalur tersebut. Optimisme diplomatik tidak menghapus ketidakpastian pasar, sehingga pergerakan EUR/JPY masih sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan moneter utama.
Secara teknikal, EUR/JPY diperdagangkan mendekati 182.90 dengan volatilitas yang meningkat menjelang rilis data HICP. Pasar menggambarkan sikap hati-hati karena kejutan inflasi bisa mengubah rencana kebijakan utama. Sampai data keluar, arah jelas belum terlihat.
Analisis teknikal dari informasi yang tersedia tidak menunjuk sinyal masuk posisi beli atau jual secara tegas. Pasar cenderung menunggu konfirmasi dari data inflasi dan pernyataan kebijakan dari ECB dan BoJ. Karena volatilitas bisa meningkat, manajemen risiko menjadi hal utama bagi trader.
Secara umum, skenario risiko-imbal hasil menunjukkan kemungkinan tetap sejalan dengan kebijakan saat ini, namun peluang berubah jika inflasi melampaui ekspektasi. Sinyal pasar akan bergantung pada kejutan data HICP dan respons kebijakan ECB serta BoJ. Dengan demikian, peluang trading ada jika ada konfirmasi arah dari rilis data dan pernyataan kebijakan.